Do you interest with this site???
Please comment, share and follow this site.
(semua artikel asli bukan hasil copy paste, boleh kalau ada yang mau copy tapi tulis juga sumbernya atau link ke blog ini)

Kamis, 26 April 2012

Longnose Gar (Lepisosteus osseus), Gar dengan Moncong Terpanjang dari Amerika Utara

Longnose Gar (Lepisosteus osseus) merupakan ikan primitif dari keluarga Gar yang juga dikenal dengan Needlenose Gar. Ikan yang juga dikenal dengan Billy Gar dan Billfish ini tersebar di kawasan Amerika Utara termasuk Kanada, USA dan Meksiko. Di Amerika, populasi terbanyak terpusat bagian selatan, Texasm Alabama (sungai Cahaba) dan sepanjang aliran sungai Misissipi. Habitatnya adalah berbagai biotipe dari danau besar, sungai sampai anakan sungai, bendungan dan kolam. Walaupun hidup di air tawar, beberapa dijumpai hidup pada habitat payau. Mereka dapat hidup di perairan berarus pelan bahkan tak berarus sekalipun. Ikan ini hidup pada perairan dalam, bersuhu hangat dengan vegetasi yang melimpah. Longnose gar mempunyai fisik yang khas yaitu moncong yang panjang dan menyempit. Pada moncong tersebut terdapat banyak gigi yang menyerupai jarum. Tubuhnya berbentuk silindris yang memanjang dan ditutupi oleh sisik yang berbentuk wajik, keras serta tidak bertumpang tindih. Umumnya mereka memiliki warna tubuh keperakan atau kehijauan dengan warna putih terang pada bagian perut. Namun jika berada pada air yang bersih, maka akan nampak totol-totol hitam pada tubuhnya, sirip dan ekornya. Totol-totol ini yang dapat digunakan untuk membedakan spesies ini dengan gar lain. Jumlah totol-totolnya lebih sedikit bila dibanding Spotted gar namun sedikit lebih banyak bila dibanding Shortnose gar. Moncong longnose gar lebih panjang dibanding moncong dari semua spesies gar. 
Ikan sport ini mempunyai ukuran tubuh maksimal 200 cm dengan berat sekitar 4 Kg. Namun jika di pelihara, panjang ikan hanya mencapai maksimal 90 cm. Rekor dunia untuk ukuran ikan ini pernah di tangkap di sungai Trinity Texas dengan ukuran panjang 2 m dan berat 50,31 pounds. Masa hidup ikan berkisar antara 17-20 tahun. Sebagai keluarga gar, longnose gar juga mempunyai paru-paru primitif yang memberikan kemampuan pada ikan untuk bernafas langsung di udara. Hal ini berarti ikan masih dapat bernafas untuk beberapa waktu walaupun tidak berada didalam air. Mereka sering menyodokkan moncong dengan cepat ke permukaan air yang bertujuan untuk mengambil udara secara langsung. Walaupun demikian, ikan ini tidak harus bernafas dengan mengambil langsung di udara karena ikan mempunyai insang yang masih berfungsi seperti spesies ikan lainnya.
Sebagai sport fish, tidak ada methode pemancingan yang khusus terhadap ikan ini. Namun karena karakter ikan yang kuat, bermoncong tulang dan sering mengambil umpan hidup maka kebanyakan methode yang digunakan adalah menjerat moncongnya dengan benang nylon menggunakan methode “bowfishing” atau “spearfishing”. Kail yang digunakan untuk memancing gar adalah circle hook karena akan meminimalkan luka pada ikan tersebut. Circle hook didesain hanya untuk menangkap ujung dari moncong gar. 
Longnose gar mengembangkan lapisan sisik berganda sebagai perlindungan. Sisik berbentuk wajik dan saling mengunci satu sama lain. Dua lapis sisik tersusun atas material yang berbeda, lapisan terluar tesusun atas ganoin sedangkan lapisan dalam tersusun atas isopedine. Perlindungan diri ini menandakan ikan ini mempunyai predator alami dan Alligator merupakan hewan yang pernah dilaporkan menyerang ikan ini. 
Ikan yang sudah langka di pasaran ini, bersifat karnivora dan merupakan predator yang suka menyergap mangsa. Jenis mangsanya bergantung pada habitat hidupnya. Mangsa utama mereka adalah ikan yang berukuran lebih kecil. Selama masa pertumbuhan, mereka juga memangsa serangga dan crustacea kecil. Walaupun perburuan dilakukan sepanjang hari namun perburuan pada malam hari menghasilkan hasil yang lebih maksimal. Saat menunggu mangsa, mereka akan mengapung diam di permukaan diri menyerupai kayu atau vegetasi yang telah mati. Ketika melihat mangsa, ikan akan mendekat dengan cara berenang ke samping menyerupai tongkat. Mangsa akan ditangkap dengan rahang moncongnya dan menelan kepala mangsa terlebih dulu. 
Saat pemeliharaan terkadang ikan ini sulit untuk menerima makanan mati. Mereka membutuhkan waktu untuk belajar menerimanya. Ketika ikan masih anakan maka pemberian makanan sebaiknya dilakukan setiap hari. Kurangi jatah makanan seiring bertambahnya usia. Ikan dewasa membutuhkan paling banyak sekali atau dua kali makanan dalam seminggu. Perlu diingat, walaupun ikan ini karnivora tapi jangan memberinya dengan daging ayam atau mamalia karena ada beberapa lemak pada daging tersebut yang tidak sesuai dengan sistem metabolime ikan dan dapat menyebabkan deposit lemak.


Sebagai ikan peliharaan, longnose gar membutuhkan tangki yang besar mengingat ukuran ikan dewasanya. Setidaknya tangki berukuran 300cm x 180cm x 90 cm dapat digunakan meskipun harus di upgrade sesuai pertumbuhan ukuran maksimal ikan. Tangki tidak memerlukan dekorasi yang rumit, karena tersedianya ruangan yang cukup untuk berenang sangat dibutuhkan oleh ikan. Pemberian satu batang besar atau ranting besar dapat dilakukan dengan efektif untuk mendekorasi tangki. Sistem filtrasi dianjurkan tetap ada walaupun ikan mampu bertahan di air minim oksigen. Kondisi air harus dibuat menyerupai habitat aslinya yang dingin dengan suhu 12-20 oC, pH 6-8 dan kesadahan 5-25 oH. Tankmate haruslah ikan yang seukuran karena ikan ini merupakan predator untuk berbagai ikan yang berukuran lebih kecil. Longnose gar dapat dipelihara secara soliter maupun dalam kelompok, jika dalam kelompok maka ukuran ikan merupakan hal penting yang harus diperhatikan. 
Pembedaan jenis kelamin masih susah dilakukan. Pada musim bertelur yang terjadi pada musim semi dan panas, satu ikan betina akan berpasangan dengan sekitar 15 ikan jantan atau lebih. Ketika betina siap bertelur, dia akan memimpin para jantan membentuk pola elips. Jumlah telur yang dihasilkan berkisar 30000 butir. Yang unik adalah telur ikan biasanya akan ditaruh di sarang ikan lain seperti Micropterus dolomieu sampai mereka menetas yakni sekitar 3-9 hari. Induk ikan yang sarangnya ditumpangi akan menjaga anakan gar ini seperti anak sendiri sampai anak gar bisa mandiri. Betina mempunyai usia yang lebih panjang yakni 17 tahun dibanding jantan yang hanya sampai 8 tahun. 
TAKSONOMI
Kingdom
Animalia
Phylum
Chordata
Class
Order
Family
genus
Species
Lepisosteus osseus

Read more...

Sabtu, 21 April 2012

Japanese Medaka (Oryzae latipes), Ikan Mutant dan Transgenic dari Asia Timur

Japanese Medaka (Oryzias latipes) merupakan ikan dari keluarga Ricefish yang bereasal dari asia timur. Ikan ini mempunyai banyak nama seperti Japanese Ricefish, Medaka, Japanese Killifish dan Moonlight Medaka. Japanese medaka tersebar mulai dari Jepang, Korea, China dan Vietnam dengan habitat sungai berarus pelan. Laporan yang ada menyebutkan ikan pernah terlihat di sungai Nam Theun, Mekong, Irrawaddy, Salween, Red River and Nanpangjiang. Ikan ini merupakan ikan hias yang populer di abad 17an di Jepang. Pada waktu itu, jumlah ikan ini sangat melimpah di pasaran. Alasan mereka memeliharanya antara lain keindahan warna tubuh dan daya tahan tubuhnya yang luar biasa. Ikan ini bersifat Amphidromous yang berarti bahwa mereka dapat berpindah di antara air tawar dan air asin beberapa kali selama hidupnya. Dengan kata lain, mereka dapat dipelihara di air tawar dan air payau. Hal ini terbukti dari habitat ikan yang dapat ditemukan di laut dan sungai. Ada 22 spesies Oryzias yang telah diketahui dan diantara mereka hanya ikanini yang membutuhkan suhu dingin dalam pemeliharaannya karena habitat yang terletak di iklim subtropis. Ikan yang mempunyai julukan Geisha-girl ini tidak terdaftar dalam IUCN Red List yang menunjukkan bahwa ikan tidak dalam kondisi terancam di habitat aslinya. Ikan ini mempunyai ukuran tubuh yang cukup kecil dengan panjang tubuh sekitar 4 cm. Tubuhnya ramping, memanjang dengan punggung yang sedikit melengkung. Ikan ini mempunyai mata berkilau yang cukup besar. Warna tubuhnya bervariatif mulai coklat dan kuning keemasan di alam liar, sedangkan di aquarium hasil breeding peternak berwarna putih, krem kekuningan dan orange. Demi keperluan penelitian dan pasar, ikan ini telah banyak menjadi bahan percobaan modifikasi genetik untuk memperoleh kualitas yang bagus sebagai ikan hias. Salah satunya, para ilmuwan memasukan protein fluorescent (protein yang dapat menyerap warna dan akan memancarkannya kembali) dari ubur-ubur ke dalam embrio ikan. Hasilnya, beberapa ikan mempunyai kemampuan menampilkan warna yang indah (kehijauan, kemerahan dll) saat gelap atau minim cahaya. Penelitian secara random juga menunjukkan ikan medaka mengalami mutasi. Mutasi disebabkan oleh adanya perubahan genetik pada strukur DNA yang disebabkan faktor eksternal. Pada ikan yang termutasi, terlihat pada tulang pada sirip caudal (pangkal ekor) yang berbentuk Diphycercal, padahal umumnya ikan ini memiliki tulang sirip caudal berbentuk Homocercal. Diphycercal menyebabkan bentuk ekor ikan menyerupai ekor ikan purba dari ordo Sarcopterygii (keluarga Coelacath). Hasil mutasi yang lain ditunjukkan dengan ketiadaan sisik dan sirip yang memanjang.
                                          Ikan Medaka Hasil Transgenic 
Pembedaan jenis kelamin pada ikan ini bukanlah sesuatu yang mudah, namun biasanya ikan jantan memiliki tubuh yang lebih ramping. Selain itu, pejantan juga memiliki sirip punggung dan anal yang lebih lebar. Di jepang, ikan ini akan mulai bertelur pada bulan april sampai oktober. Perawatan di aqurium memungkinkan ikan juga untuk bertelur saat temperatur air 60 oF dan waktu pencahayaan juga cukup perharinya karena kekurangan waktu pencahayaan akan menghambat proses bertelur. Ikan keluarga Ricefish mempunyai proses reproduksi yang tidak biasa. Proses fertilisasi terjadi secara eksternal, namun ikan ini rupanya dapat juga melakukan fertilisasi secara internal. Kemampuan ini biasanya untuk menukar bentuk reproduktif pada sejumlah ikan dalam kondisi ekstrim yang tak biasa. Japanese medaka dapat dipijah dalam sebuah tangki dengan tanaman berdaun baik atau sejenis mop. Proses pemijahan dapat diawali dengan menaruh sepasang ikan atau sekelompok kecil ikan pada tangki pemijahan. Proses fertilisasi akan dimulai ketika ikan jantan menempel terus pada perut ikan betina. Ikan betina yang sudah mengandung telur akan terlihat lebih gemuk. Ikan betina tidak akan menyebar telurnya namun akan membawanya dengan cara menggantungnya pada organ genitalnya yang masih membuka. Telur yang dibawa biasanya berjumlah antara 10-20 butir. Sebenarnya ikan betina akan memproduksi telur setiap hari dalam hari yang berurutan tiap minggunya. Jika telur belum dibuahi, maka fertilisasi terjadi secara eksternal dan biasanya terjadi secara menakjubkan pada pagi hari. Telur yang telah dibawa betina beberapa jam setelah fertilisasi, akan ditempelkan pada vegetasi air. Ikan betina haru melakukannya secara perlahan untuk menempelkan telurnya pada batang ataupun daun. Telur tidaklah susah ditemukan di vegetasi air. Tanaman dengan helai daun mengapung sangat cocok sebagai tempat penyimpanan telur. Telur ikan ini umumnya besar dan kasar. Telur ikan dapat dipindahkan ke tangki penetasan dengan memungut tanaman tersebut menggunakan jari satu persatu. Telur akan menetas setalah 10-14 hari tergantung temperatur air. Kualitas air berpengaruh sangat penting dalam periode inkubasi telur ikan. Penjagaan kualitas air dan kebersihan sangat penting untuk melindungi telur ikan dari serangan jamur. Anakan ikan yang baru menetas dapat diberi makanan cair atau brine shrimp nauplii, red infusoria dan baby brine yang baru menetas.
                                         Japanese Medaka Betina dengan Telurnya 
Japanese medaka merupakan ikan pendamai dan cocok dipelihara dalam kelompok. Tidak diperlukan setup tangki khusus selama pemeliharaan namun parameter air harus dijaga pada suhu 18-24 oC, pH 7-8 dan kesadahan 9-19 odGH. Adanya tanaman air membuat ikan semakin nyaman dan mereka menyukai aerasi yang baik serta air yang terus bergerak. Tankmate haruslah ikan yang seukuran dan tidak agresif seperti zebra danio, molly, platy dan lain-lain. Ikan ini cenderung omnivora dengan memakan berbagai tipe makanan termasuk makanan kering dan beku. Jenis makanan hidup seperti brine shrimpe, black worm dan zooplankton sangat disukainya. Mereka juga baik sebagai pembasmi nyamuk dan larvanya, jaga dalam kelompok untuk hasil terbaik. 
TAKSONOMI
Kingdom
Animalia
Phylum
Chordata
Class
Order
Family
genus
Species
Oryzias latipes
 
Read more...

Sabtu, 14 April 2012

Freshwater Sawfish (Pristis microdon), Ikan Gergaji Air Tawar dari Indo-Pacific

Freshwater Sawfish (Pristis microdon) dikenal juga dengan nama Leichhardt's sawfish. Ikan yang termasuk keluarga sawfish ini mempunyai keragaman nama di setiap negara seperti Cucut Krakas (Jawa), Cucut gergaji (Malaysia), Nokogiriei (Jepang), Zoetwaterzaagrog (Belanda) dan sebagainya. Ikan ini sebenarnya hidup di lautan indo-pacific namun dapat juga hidup di sungai untuk melakukan siklus hidupnya. Di lautan, mereka ditemukan pada garis geographis antara 11oN dan 39oS. spesies ini dikenal dapat tinggal di jauh di bagian dalam sungai termasuk danau dan kolam sementara di Australia bagian utara. Pada musim hujan (Desember-maret) ikan akan hidup di sungai air tawar sedangkan pada musim kering (Mei-oktober) ikan akan lebih suka tinggal di muara atau teluk yang menyerupai habitat air laut. Selain di Australia, ikan ini juga menyebar ke Kalimantan, Papua, Vietnam, India, Madagascar dan Afrika timur. 
Semua keluarga sawfish mempunyai bentuk tubuh yang menyerupai ikan hiu, termasuk freshwater sawfish. Secara taksonomi, spesies ini berbeda dengan kelas ikan sejati seperti halnya lungfish. Sawfish termasuk kelas ikan bertulang rawan atau Chondrichthyes. Tubuh ikan ini mempunyai warna polos dengan coklat keabu-abuan menutupi semua bagian atas tubuh sedangkan bagian perut berwarna putih pucat. Ciri khas dari keluarga sawfish adalah adanya moncong atau hidung panjang menyerupai pedang (Rostrum) dengan deretan gergaji kecil yang menyamping (Rostral teeth). Freshwater sawfish mempunyai rostral teeth yang lebih besar dibanding semua spesies sawfish kecuali Largetooth sawfish (Pristis perotteti). Jumlah rostral teeth per sisi rosturm pada ikan ini berjumlah 14 sampai 23 buah. Freshwater sawfish mempunyai gigi mulut yang sangat kecil dengan ujung yang tumpul. Rahang atas terdiri dari 70-72 deret gigi dengan jumlah item gigi perderet adalah 115-127 buah. Sedangkan rahang bawah terdiri dari 64-68 dengan jumlah item gigi perderet adalah 122-140 buah. Sirip dada berukuran cukup lebar dan bersifat agak kaku. Sirip punggung berada lebih depan dibanding sirip panggul. Spesies ini dapat tumbuh dengan ukuran sekitar 6 meter (19,7 ft), bahkan beberapa sumber menyebutkan panjang maksimal adalah 7 meter (23ft) namun masih membutuhkan konfirmasi lebih lanjut. 
Ikan ini berstatus hampir punah. Sejak tahun 2006, IUCN telah menetapkan status “critical endangered” melihat jumlah populasinya yang terus menurun. Banyak sekali faktor penyebab penurunan populasi ikan ini. Antaranya penangkapan untuk ikan aquarium, akitifitas manusia terhadap sungai dan laut seperti pembuangan limbah, pembangunan DAM, pertanian dan sebagainya. Belum lagi ulah manusia yang menangkap ikan ini hanya untuk mengambil moncongnya. 
Freshwater sawfish bersifat karnivora. Makanan utamanya adalah invertebrata dan ikan-ikan kecil yang berkelompok. Dia merupakan tipe pengumpul makanan menggunakan rostrumnya yang digerakkan ke samping kiri-kanan secara cepat untuk memperoleh mangsa. Ikan ini dapat mengetahui letak lokasi mangsa karena mempunyai moncong yang ditutupi dengan ribuan elektroreceptor seperti halnya hiu dan pari. Habitat yang berbeda dapat memicu terjadinya beda pola makan, sebagai contoh mangsa di perairan dangkal akan sangat berbeda antara siang dan malam. Salah satu mangsanya seperti beberapa spesies ikan kecil akan banyak dijumpai di perairan dangkal pada malam hari. 
Ikan dewasa hanya sedikit mempunyai musuh alami atau predator namun tidak untuk anakan ikan. Hiu dan buaya air asin (Crocodylus porosus) merupakan contok predator utama untuk anakan ikan. Selain predator, ikan ini juga beresiko diserang parasit. Contohnya Nonacotyle pristis dan Pristonchocotyle papuensis (Hexabothriidae), yakni parasit dari Papua Nugini yang biasa menyerang bagian insang ikan. Habitat yang berbeda biasanya akan memunculkan jenis parasit yang berbeda baik dari golongan nematoda, protozoa maupun trimatoda. Kebanyakan parasit akan menyerang insang, kulit dan sistem pencernaan. Efek dari parasit ini terhadap freshwater sawfish masih dalam tahap penelitian. 

Usia kedewasaan ikan ini tidaklah diketahui, namun berdasar fakta yang ada diduga ikan membutuhkan waktu setidaknya 20 tahun sebelum siap bereproduksi. Ikan betina berukuran lebih panjang dibanding ikan jantan, ikan betina dewasa berukuran 3 m sedangkan ikan jantan sekitar 2,5 m. Freshwater sawfish bersifat ovovivipar. Seperti halnya hiu dan pari, ikan ini juga mengalami pembuahan secara internal. Ikan betina akan hamil selama 5 bulan sebelum melahirkan. Selama dalam kandungan, embrio ikan akan tumbuh dengan memakan plasenta kuning telur. Bayi ikan yang baru lahir memiliki ukuran 72-93 cm dengan ekor keluar terlebih dulu waktu lahir. Gigi gergaji pada bayi ikan belumlah muncul secara lengkap dan masih ditutupi dengan jaringan pelindung. Jaringan pelindung gigi gergaji ini juga bertujuan untuk tidak menyakiti induk betina waktu melahirkan. 
Untuk perawatan di aquarium belum didapat informasi yang spesifik, namun mengingat status ikan yang terancam punah maka dianjurkan untuk tidak menjadikannya ikan peliharaan. Ikan ini tidak berbahaya bagi manusia selama merasa tidak terganggu. Ukuran tubuh manusia yang cukup besar tidak akan menjadikan manusia dalam daftar menu mangsa ikan ini. Justru sebaliknya, freshwater sawfish merupakan menu buruan manusia karena moncong gergajinya. Moncong gergaji ikan ini telah lama dibuat sebagai kerajinan oleh beberapa suku di negara yang berbeda. selain moncong gergajinya, sirip ikan ini banyak tersedia di pasaran “sirip ikan hiu” di Asia. Daging dan organ tubuh ikan juga banyak dicari orang. Selain itu, telur, minyak hati dan empedu ikan digunakan sebagai obat-obatan oleh masyarakat China. 
TAKSONOMI
Kingdom
Animalia
Phylum
Chordata
Class
Order
Family
genus
Species
Pristis microdon

Read more...

Data dan gambar diambil dari berbagai sumber. Silahkan koreksi atau tambahkan informasi yang berhubungan dengan blog ini.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...