Do you interest with this site???
Please comment, share and follow this site.
(semua artikel asli bukan hasil copy paste, boleh kalau ada yang mau copy tapi tulis juga sumbernya atau link ke blog ini)

Sabtu, 14 April 2012

Freshwater Sawfish (Pristis microdon), Ikan Gergaji Air Tawar dari Indo-Pacific

Freshwater Sawfish (Pristis microdon) dikenal juga dengan nama Leichhardt's sawfish. Ikan yang termasuk keluarga sawfish ini mempunyai keragaman nama di setiap negara seperti Cucut Krakas (Jawa), Cucut gergaji (Malaysia), Nokogiriei (Jepang), Zoetwaterzaagrog (Belanda) dan sebagainya. Ikan ini sebenarnya hidup di lautan indo-pacific namun dapat juga hidup di sungai untuk melakukan siklus hidupnya. Di lautan, mereka ditemukan pada garis geographis antara 11oN dan 39oS. spesies ini dikenal dapat tinggal di jauh di bagian dalam sungai termasuk danau dan kolam sementara di Australia bagian utara. Pada musim hujan (Desember-maret) ikan akan hidup di sungai air tawar sedangkan pada musim kering (Mei-oktober) ikan akan lebih suka tinggal di muara atau teluk yang menyerupai habitat air laut. Selain di Australia, ikan ini juga menyebar ke Kalimantan, Papua, Vietnam, India, Madagascar dan Afrika timur. 
Semua keluarga sawfish mempunyai bentuk tubuh yang menyerupai ikan hiu, termasuk freshwater sawfish. Secara taksonomi, spesies ini berbeda dengan kelas ikan sejati seperti halnya lungfish. Sawfish termasuk kelas ikan bertulang rawan atau Chondrichthyes. Tubuh ikan ini mempunyai warna polos dengan coklat keabu-abuan menutupi semua bagian atas tubuh sedangkan bagian perut berwarna putih pucat. Ciri khas dari keluarga sawfish adalah adanya moncong atau hidung panjang menyerupai pedang (Rostrum) dengan deretan gergaji kecil yang menyamping (Rostral teeth). Freshwater sawfish mempunyai rostral teeth yang lebih besar dibanding semua spesies sawfish kecuali Largetooth sawfish (Pristis perotteti). Jumlah rostral teeth per sisi rosturm pada ikan ini berjumlah 14 sampai 23 buah. Freshwater sawfish mempunyai gigi mulut yang sangat kecil dengan ujung yang tumpul. Rahang atas terdiri dari 70-72 deret gigi dengan jumlah item gigi perderet adalah 115-127 buah. Sedangkan rahang bawah terdiri dari 64-68 dengan jumlah item gigi perderet adalah 122-140 buah. Sirip dada berukuran cukup lebar dan bersifat agak kaku. Sirip punggung berada lebih depan dibanding sirip panggul. Spesies ini dapat tumbuh dengan ukuran sekitar 6 meter (19,7 ft), bahkan beberapa sumber menyebutkan panjang maksimal adalah 7 meter (23ft) namun masih membutuhkan konfirmasi lebih lanjut. 
Ikan ini berstatus hampir punah. Sejak tahun 2006, IUCN telah menetapkan status “critical endangered” melihat jumlah populasinya yang terus menurun. Banyak sekali faktor penyebab penurunan populasi ikan ini. Antaranya penangkapan untuk ikan aquarium, akitifitas manusia terhadap sungai dan laut seperti pembuangan limbah, pembangunan DAM, pertanian dan sebagainya. Belum lagi ulah manusia yang menangkap ikan ini hanya untuk mengambil moncongnya. 
Freshwater sawfish bersifat karnivora. Makanan utamanya adalah invertebrata dan ikan-ikan kecil yang berkelompok. Dia merupakan tipe pengumpul makanan menggunakan rostrumnya yang digerakkan ke samping kiri-kanan secara cepat untuk memperoleh mangsa. Ikan ini dapat mengetahui letak lokasi mangsa karena mempunyai moncong yang ditutupi dengan ribuan elektroreceptor seperti halnya hiu dan pari. Habitat yang berbeda dapat memicu terjadinya beda pola makan, sebagai contoh mangsa di perairan dangkal akan sangat berbeda antara siang dan malam. Salah satu mangsanya seperti beberapa spesies ikan kecil akan banyak dijumpai di perairan dangkal pada malam hari. 
Ikan dewasa hanya sedikit mempunyai musuh alami atau predator namun tidak untuk anakan ikan. Hiu dan buaya air asin (Crocodylus porosus) merupakan contok predator utama untuk anakan ikan. Selain predator, ikan ini juga beresiko diserang parasit. Contohnya Nonacotyle pristis dan Pristonchocotyle papuensis (Hexabothriidae), yakni parasit dari Papua Nugini yang biasa menyerang bagian insang ikan. Habitat yang berbeda biasanya akan memunculkan jenis parasit yang berbeda baik dari golongan nematoda, protozoa maupun trimatoda. Kebanyakan parasit akan menyerang insang, kulit dan sistem pencernaan. Efek dari parasit ini terhadap freshwater sawfish masih dalam tahap penelitian. 

Usia kedewasaan ikan ini tidaklah diketahui, namun berdasar fakta yang ada diduga ikan membutuhkan waktu setidaknya 20 tahun sebelum siap bereproduksi. Ikan betina berukuran lebih panjang dibanding ikan jantan, ikan betina dewasa berukuran 3 m sedangkan ikan jantan sekitar 2,5 m. Freshwater sawfish bersifat ovovivipar. Seperti halnya hiu dan pari, ikan ini juga mengalami pembuahan secara internal. Ikan betina akan hamil selama 5 bulan sebelum melahirkan. Selama dalam kandungan, embrio ikan akan tumbuh dengan memakan plasenta kuning telur. Bayi ikan yang baru lahir memiliki ukuran 72-93 cm dengan ekor keluar terlebih dulu waktu lahir. Gigi gergaji pada bayi ikan belumlah muncul secara lengkap dan masih ditutupi dengan jaringan pelindung. Jaringan pelindung gigi gergaji ini juga bertujuan untuk tidak menyakiti induk betina waktu melahirkan. 
Untuk perawatan di aquarium belum didapat informasi yang spesifik, namun mengingat status ikan yang terancam punah maka dianjurkan untuk tidak menjadikannya ikan peliharaan. Ikan ini tidak berbahaya bagi manusia selama merasa tidak terganggu. Ukuran tubuh manusia yang cukup besar tidak akan menjadikan manusia dalam daftar menu mangsa ikan ini. Justru sebaliknya, freshwater sawfish merupakan menu buruan manusia karena moncong gergajinya. Moncong gergaji ikan ini telah lama dibuat sebagai kerajinan oleh beberapa suku di negara yang berbeda. selain moncong gergajinya, sirip ikan ini banyak tersedia di pasaran “sirip ikan hiu” di Asia. Daging dan organ tubuh ikan juga banyak dicari orang. Selain itu, telur, minyak hati dan empedu ikan digunakan sebagai obat-obatan oleh masyarakat China. 
TAKSONOMI
Kingdom
Animalia
Phylum
Chordata
Class
Order
Family
genus
Species
Pristis microdon

Read more...

Sabtu, 07 April 2012

Flying Fox (Epalzeorhynchos kalopterus), Pemakan Alga Hijau dari Indonesia-Thailand

Flying Fox (Epalzeorhynchos kalopterus) adalah ikan air tawar yang cukup populer di lingkungan aquarium. Ikan dari keluarga Cyprinidae ini tersebar di Asia tenggara terutama wilayah Indonesia (Sumatra, Kalimantan dan Jawa), semenanjung Malaysia dan Thailand bagian selatan. Ikan ini masih ditemukan bebas di pulau Kalimantan yakni kawasan dekat Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Selain itu juga ditemukan di sungai Barito dan Kahajan (Kalimantan selatan) dan sungai Kapuas (Kalimantan barat). Di Sumatra, mereka dapat dijumpai di Sungai Indragiri, Batanghari dan Musi di kota Palembang. Di Thailand ada di provinsi bagian selatan yakni Yala dan Surat Thani. Flying fox hidup sebagai perenang dasar di perairan berarus deras dengan dasaran pasir dan bebatuan. Mereka juga kadang ditemukan di area yang tergenang air atau banjir sementara di hutan-hutan saat musim hujan. Ikan ini banyak tersedia di pasaran yang kebanyakan hasil dari peternakan bukan dari alam liar. Para pedagang ikan hias terkadang secara sembarangan menamai ikan yang dikenal dengan Kuonobarbi ini sebagai Siamese alga eater (Crossocheilus oblongus).
Flying fox mempunyai karakter tubuh yang memanjang dengan bagian perut yang datar. Punggung ikan berwarna hijau tua sampai coklat sedangkan perut dan tubuh bagian bawah berwarna putih kekuningan. Sebuah garis hitam kecoklatan nampak dari membujur dari mulut, mata sampai pangkal ekornya. Pada garis hitam kecoklatan ini juga membujur garis yang lebih kecil berwarna keemasan. Mata Flying fox mempunyai iris yang berwarna kemerahan. Semua sirip ikan baik sirip punggung, anal dan perut mempunyai warna bayangan hitam dengan tepian putih dan transparan. Flying fox mempunya penampilan fisik yang hampir sama dengan spesies Garra cambodgiensis bahkan penampilan keduanya terkadang membingungkan para hobbies. Karena kemiripan ini Garra cambodgiensis dinamai False Flying Fox atau Siamese Flying Fox. Yang membedakan Flying fox dengan spesies lain ialah warna sirip dan mempunyai dua pasang barbels. Usia hidup ikan ini sekitar 8-10 tahun namun jika kondisi lingkungan sangat cocok dan membuat ikan nyaman maka ikan bisa hidup lebih dari 10 tahun. Dalam kondisi normal dengan panjang tubuh maksimal 16 cm, namun sangat jarang ikan ditemukan dengan ukuran tersebut. Di aquarium, ikan ini hanya dapat mencapai rata-rata 11 cm. Ikan betina mempunyai tubuh yang lebih besar dibanding ikan jantan namun pembedaan ini susah ditentukan jika ikan masih muda.
Flying fox dikenal sebagai pemakan alga hijau. Mereka sangat cocok digunakan untuk mengurangi populasi alga di aquarium walaupun mereka tidak selalu memakan alga. Ikan ini sebenarnya bersifat omnivora dengan makanan utama adalah alga, crutacea kecil, larva serangga dan lainnya. sebagai omnivora, ikan ini mau menerima makanan tablet atau pellet dan berbagai sayuran seperti selada, mentimun dan bayam. Untuk menjaga dan mengembangkan warna tubuh ikan maka pemberian makanan perlu diatur dengan jenis makanan seperti pakan hidup kecil dan pakan beku seperti daphnia, artemia, bloodworm dan beberapa pellet berbahan sayuran.

Untuk pemeliharaan di dalam aquarium, dianjurkan ukurannya lebih dari 125cm x 45cm x 45cm. Ikan ini akan merasa lebih nyaman bila ditempatkan pada aquarium berukuran besar. Sediakan pula tempat untuk bersembunyi untuk ikan baik berupa kayu, akar, batu ataupun tanaman. Untuk substrat, dianjurkan untuk menyerupai kondisi sungai yakni substrat berupa pasir, kerikil dan batu berbagai ukuran. Tanaman air lebih baik disediakan yang berdaun keras seperti Java fern, Anubias dan Bolbitis. Sistem penerangan lebih baik kalau dibuat terang untuk menunjang pertumbuhan alga sebagai makanan ikan. Sistem filtrasi eksternal yang cukup kuat dibutuhkan untuk menjaga keadaan oksigen terlarut serta membuang kotoran-kotoran organik ikan agar kualitas air tetap bersih. Kondisi mutu air sendiri diatur pada suhu 22-26 oC, kesadahan 5-12 oH dan pH 6-7,5 namun lebih baik kalau pH mendekati netral.
Ikan yang mempunyai sinonim nama latin ini Barbus kalopterus ini mempunyai temperamen yang cenderung agresif dengan meningkatnya usia. Suatu sumber menyebutkan bahwa ikan juga akan bersifat teritorial. Sifat teritorial ini yang memicu keagresifan ikan saat mempertahankan tempat persembunyiannya dengan menyerang ikan lain. Adapun spesies lain yang sangat cocok dengan ikan ini adalah Clown Loach. Jangan mencampur ikan ini dengan spesies ikan yang sangat kecil karena ikan akan memakannya saat dia merasa lapar. Beberapa ikan juga dapat dicampur dengan ikan ini asal ukurannya seimbang seperti Acaras, Angelfish, Barbs, Eartheaters, Gouramies, Knifefish, Loach, Tetra dan Rasbora. Ikan ini jarang ditemui dalam kelompok. Di alam liar, ikan ini hidup secara soliter dan hanya bertemu dengan individu lainnya saat musim bertelur. Teknik breeding masih sulit dilakukan di aquarium namun beberapa peternak ikan hias berhasil memijahkannya dengan menggunakan hormon tambahan untuk merangsang ikan bertelur. 
TAKSONOMI
Kingdom
Animalia
Phylum
Chordata
Class
Order
Family
Genus
Species
Epalzeorhynchos kalopterus

Read more...

Selasa, 03 April 2012

Chinese Sturgeon (Acipenser sinensis), Fossil Hidup di Perairan Sungai Yangtze, China

Chinese Sturgeon (Acipenser sinensis) merupakan anggota family acipenseridae dan salah satu spesies anodromous yang besar. Anodromous berarti ikan dewasa hidup di laut dan kembali ke sungai untuk bertelur. Mereka termasuk salah satu dari 27 spesies sturgeon yang masih ada di dunia. Chinese sturgeon telah ada di bumi sejak 140 juta tahun yang lalu dan merupakan salah satu vertebrata tertua yang telah hidup dari jaman antara chondrichthian dan ikan bertulang. Karena masa hidupnya yang lama maka ikan ini sering disebut sebagai fossil hidup. Dulu ikan ini tersebar dibeberapa titik di asia timur seperti Korea, bagian barat Kyusu Jepang dan di sungai Yellow, Yangtze, Pear, Mingjiang dan Qingtang di China, namun sekarang mustahil menemukan ikan ini di tempat tersebut kecuali di perairan dalam sungai Yangtze di bawah Dam Gezhouba China. Chinese sturgeon dikategorikan sebagai hewan terancam level pertama di China menyamai status Beruang Panda. Populasi ikan ini diperkirakan sekitar 10000 ekor pada tahun 1970an dan tinggal 203-257 ekor pada 2005-2007. Data ini menunjukkan penurunan populasi sekitar 97,5% selama 37 tahun. Status ikan ini juga tercantum di IUCN Red List Status dengan kategori “Critical Endangered”. Ikan yang dianggap oleh China sebagai harta karun nasional ini mulai dijaga kelestariannya. China sendiri telah membangun Chinese Sturgeon Museum yang terletak di pulau Xiaoxita di sungai Huangbo. Museum ini merupakan institusi pemerintah untuk melindungi ikan ini dan juga sebagai tempat pembelajaran termasuk teknik breeding ikan. Mulai tahun 1983-2007 telah dilepas sekitar 9 juta anakan ikan ke sungai Yangtze untuk meningkatkan jumlah populasi.
Menurut para ahli, sturgeon merupakan spesies transisi antara ikan bertulang rawan dengan ikan bertulang sejati. Dugaan ini muncul karena ikan yang telah muncul pada jaman Cretaceous. Chinese sturgeon mempunyai ukuran tubuh yang cukup besar bahkan dianggap sebagai raja ikan air tawar dalam hal terbesar dan usia hidup terlama. Ikan dewasa dapat mencapai panjang 4 meter dengan berat 500 kg serta usia yang dapat melebihi 14 tahun. Ikan ini mempunyai ciri fisik yakni bentuk kepala yang mengerucut, tubuh yang berwarna perak-hitam, mulut yang terletak di bawah rahang dan mempunyai barbel. Ada beberapa kumpulan tulang yang menonjol menyerupai duri yang kemudian dikenal dengan Osteones baik di kepala bagian tengah dan berderet mulai dari perut sampai ujung hidungnya. Tubuh ikan setidaknya ditutupi dengan lima garis osteones. Info tentang teknik pemeliharaan di tangki belumlah ditemukan, mengingat bahwa ikan ini berstatus terancam dan memiliki tren populasi yang menurun.

Seperti halnya Salmon, Chinese Sturgeon merupakan ikan yang bermigrasi dalam kelompok dari lautan menuju sungai untuk bertelur atau dikenal dengan istilah Anodromous. Ikan dewasa akan mencapai hilir sungai Yangtze saat bulan juni-juli dan mereka tidak akan makan saat ada di sungai. Mereka baru akan mencapai bagian tengah sungai saat september-oktober. Total jarak yang mereka tempuh berkisar 2500-3300 km. Setelah mencapai tempat tujuan dengan kondisi air beriak dengan dasaran bebatuan dan jurang-jurang curam, mereka akan mulai melepas telur. Pembuahan terjadi secara eksternal dan prosentase keberhasilan telur terbuahi hanyalah kurang dari satu persen. Ikan ini memiliki kapasitas reproduksi yang buruk, mereka hanya akan bertelur tiga atau empat kali selama hidupnya dan ikan betina membawa sekitar sejuta telur dalam sekali kehamilan. Telur berukuran cukup besar dan tenggelam lalu masuk ke dalam tanah sampai mereka menetas. Setelah menetas, mereka akan turun menuju ke hilir atau pesisir laut sampai mereka tumbuh cukup besar. Di lingkungan ini makanan utama anakan ikan adalah zoobenthos dan invertebrata perairan dasar lainnya. Chinese sturgeon muda bersifat karnivora dengan makanan utama adalah semua binatang air, namun saat dewasa mereka cenderung memangsa larva, serangga dan subtrat humat. Chinese sturgeon diketahui menggunakan kemosensor pada ujung bibir atasnya untuk mendeteksi makanan. Pemeliharaan sebagai ikan piaraan masih tidak boleh dilakukan mengingat statusnya yang masih dikonservasi. Selain itu, perilaku ikan yang juga hidup di laut dan migrator ini juga akan menyusahkan saat pemeliharaan.
Ada beberapa faktor yang menyebabkan penurunan drastis populasi Chinese sturgeon, antara lain:
1. Adanya pembangunan proyek hidropower di hilir sungai Yangtze yaitu Dam Gezhouba, hal ini menyebabkan ikan kehilangan jalur migrasi untuk bereproduksi
2. Pencemaran yang terjadi di sungai Yangtze oleh bahan-bahan kimia berbahaya. Penelitian yang dilakukan Jianying Hu dkk, menyebutkan bahwa dalam hati chinese sturgeon ditemukan senyawa Triphenyltin (TPT) sekitar 31-128 ng/g. TPT merupakan senyawa pestisida yang dapat menyebabkan malformasi pada larva ikan.
3. Selain pembangunan Dam Gezhouba, pembangunan sekitar 106 jembatan dan pintu air di sungai Yangtze secara otomatis juga memotong jalur migrasi ikan.
4. Banyaknya kendaraan transportasi air dan penangkapan ikan yang berlebihan secara langsung mengurangi jumlah populasi.
Kondisi Chinese sturgeon sedang terancam kepunahan sehingga dilarang untuk menangkap ataupun memelihara ikan demi menjaga jumlah populasinya di alam liar.
TAKSONOMI
Kingdom
Animalia
Phylum
Chordata
Class
Order
Family
Genus
Species
Acipenser sinensis
Read more...

Sabtu, 24 Maret 2012

Four Eyed Fish (Anableps anableps), Karnivora Kecil Bermata Empat dari Amerika Selatan

Four Eyed Fish (Anableps anableps) merupakan ikan dari keluarga Anableps yang mempunyai mata unik. Mereka tersebar di bumi Amerika tengah dan selatan dari Venezuela melewati Guyana, Suriname, French Guiana dan berakhir di delta Amazon Brazil. Ikan golongan livebarrier ini mempunyai penampilan mata yang tidak biasa. Walaupun dijuluki bermata empat namun sebenarnya mereka hanya memiliki dua mata. Dua mata tersebut beradaptasi luar biasa untuk menunjang keberlangsungan hidupnya. Mata ikan dilengkapi dengan jaringan pigmen pita yang membagi mata secara horisontal menjadi dua bagian. Hal ini membuat ikan saat mengapung di permukaan air dapat melihat dua arah sekaligus yakni bagian bawah mata dapat melihat di dalam air dan bagian atas mata dapat melihat di atas permukaan air. Jaringan pita ini juga membagi pupil mata menjadi dua yaitu pupil dalam air dan pupil atas air, hal inilah yang membuat ikan ini dujuluki bermata empat. Kedua pupil dihubungkan dengan bagian yang bernama iris. Dengan kemampuan ini ikan beradaptasi untuk melihat di udara dan di dalam air secara bersamaan. Lensa mata akan mengubah ketebalannya dari atas ke bawah saat melihat objek di udara dan air. Berikut gambar penampang mata Anableps anableps

Keterangan:
1. Retina bawah air
2. Lensa
3. Pupil bawah air
4. Jaringan pita
5. Iris
6. Pupil bawar air
7. Retina udara
8. Syaraf optik
Sebagai penghuni permukaan air, four eyed fish merupakan ikan yang sangat lincah. Ikan ini juga sering ditemukan di perairan payau dengan banyak tetumbuhan bakau. Tubuh ikan berwarna emas keperakan dengan garis putih di tengah tubuhnya, sedangkan bagian perut berwarna putih polos. Tubuh ikan dewasa dapat mencapai lebih dari 20 cm dimana ukuran tubuh betina biasanya lebih besar rata-rata sekitar 26 cm sedangkan jantan sekitar 20 cm. Four eyed fish bersifat karnivora dengan makanan utama adalah serangga yang berada di permukaan air dan kepiting kecil. Selain serangga, mereka juga memakan invertebrata dan ikan-ikan kecil. Untuk makanan komersil, ikan ini dapat diberi makanan kering atau beku seperti brineshrimpe, artemia, cacing tanah dan bloodworm. Hal yang perlu diingat adalah jangan sampai makanan ikan tenggelam ke dalam air karena ikan ini tidak akan memburunya.
Four eyed fish terbiasa hidup berkelompok di alam bebas dengan anggota diatas enam ekor. Pemeliharaan di bawah enam ekor membuat ikan mudah stress dan gugup. Dalam kelompok, ikan jantan dan betina susah dibedakan saat masih muda namun setelah dewasa biasanya ikan betina berukuran jauh lebih besar dibanding jantan. Ikan ini bereproduksi secara vivipar dan biasanya sedikit masalah muncul bila banyak kelompok disatukan saat breeding. Ikan jantan mempunyai alat kelamin gonopodium yang menonjol dan ini berbeda dengan yang ada pada keluarga livebarrier lainnya. sedangkan alat genital betina ditutupi dengan bagian kulit yang disebut foricula. Gonopodium ikan jantan mempunyai orientasi yang berbeda bagi tiap individu begitu pula foricula betina. Hal ini berarti, jantan yang mempunyai orientasi ke kanan cocok untuk berkompulasi dengan betina yang berorientasi ke kiri dan sebaliknya. Namun beberapa sumber menyebutkan bahwa gonopodium jantan cukup fleksibel beberapa derajat sehingga kemungkinan jantan dapat berkompulasi dengan setiap betina. Proses pembuahan terjadi secara internal dengan gonopodium sebagai alat penetrasi untuk betina. Betina akan hamil selama sekitar 12 minggu diiringi dengan nafsu makan yang meningkat drastis. Pada saat akan melahirkan betina akan menjadi lebih agresif dan menyerang tankmate yang lain. Ikan betina kemudian akan berusaha mencari tempat yang cocok untuk melahirkan bayi-bayinya. Jumlah janin bayi yang dilahirkan berkisar 13 sanpai 20 ekor tidak sebanyak keluarga livebarrier yang lain. Bayi ikan biasanya berukuran sekitar 4-5cm panjangnya dan langsung mampu memakan pellet atau butiran. Untuk kasus kelahiran prematur biasanya bayi ikan akan mengalami infeksi dan untuk mencegahnya dapat dilakukan dengan memindahkan mereka ke tangki terpisah yang berisi air steril.


Untuk pemeliharaan di aquarium tidaklah terlalu susah. Satu hal yang penting adalah kebersihan air harus terjaga, proses filtrasi harus cukup kuat untuk mengeluarkan amonia hasil sisa makanan yang tidak termakan. Ukuran tangki 120cm x 45cm x 30cm adalah cukup ideal karena ikan tidak begitu nyaman dengan tangki yang berukuran besar. Sebagai ikan yang mendiami permukaan air, tinggi air cukup 80% tinggi tangki karena dikhawatirkan ikan akan melompat jika tangki terisi penuh. Dekorasi tangki dengan substrat pasir yang cukup tebal dengan cabang kayu atau akar bakau. Substrat dangkal atau bebatuan bisa disediakan untuk tempat tinggal ikan muda atau untuk ikan dewasa yang ingin istirahat dan makan. Tanaman air tidak begitu diperlukan namun jika ingin mencoba dapat digunakan tanaman berdaun keras seperti Microsorum pteropus atau Anubias spp. Sebagai ikan tropis maka temperatur air perlu dijaga pada level 25-31 oC dengan pH 7,5-9 dan kesadahan 15-35 oH. Four eyed fish bersifat pendamai namun tidak cocok bila dicampur dengan ikan yang berukuran kecil karena akan dianggap sebagai makanan. Tankmate yang cocok seperti beberapa jenis livebarrier dan jenis ikan dasar seperti spesies gobi Stigmatogobius sadanundio. Beberapa ikan permukaan lainnya seperti Toxotes spp dan Scatophagus bukannlah pesaing alami di habitat aslinya. 
TAKSONOMI
Kingdom
Animalia
Phylum
Chordata
Class
Order
Family
Genus
Anableps
Species
Anableps anableps
 
Read more...

Data dan gambar diambil dari berbagai sumber. Silahkan koreksi atau tambahkan informasi yang berhubungan dengan blog ini.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...