Do you interest with this site???
Please comment, share and follow this site.
(semua artikel asli bukan hasil copy paste, boleh kalau ada yang mau copy tapi tulis juga sumbernya atau link ke blog ini)

Senin, 23 Januari 2012

Giant Kokopu (Galaxias argentus), Si Anakan laut dan Indukan Tawar dari New Zealand

 Giant kokopu (Galaxias argentus) merupakan ikan terbesar dari 34 spesies Galixias dalam family Galaxidae di alam liar, yang merupakan ikan air tawar endemik dari kepulauan New zealand. Beberapa sumber menyebutkan bahwa habitat ikan ini berada di sungai-sungai dan perairan dekat pantai dengan kedalaman air > 0,75 m. Selain itu, ikan ini juga menyukai lingkungan berarus pelan terutama yang mendekati laut. Sungai Nukumea di sebelah utara Orewa diyakini sebagai habitat terbaik buat Giant kokopu. Walaupun ikan air tawar, dilaporkan bahwa anakan ikan akan pergi ke laut untuk makan dan tumbuh, dan akan kembali lagi ke sungai setelah beberapa bulan. Proses breeding sendiri terjadi di air tawar namun anakannya langsung akan menuju laut yang dikenal dengan istilah “Whitebait”. Peristiwa inilah yang menyebabkan populasi ikan terus menurun. Dihabitat aslinya, populasi ikan ini sangatlah terancam dan di kategorikan “Rentan” dalam IUCN Red List of Threatened Species dan terus mengalami “Penurunan bertahap” dalam 2005 New Zealand Threat Classification System. Karena statusnya yang terancam punah, ikan ini dilarang untuk dipelihara di aquarium sebagai ikan hias. Menurut para ilmuwan, ikan dewasa akan menghasilkan senyawa kimia “Pheromone” untuk memberitahu Whitebait sungai mana yang akan mereka tuju saat kembali. Berbeda dengan jenis Galaxias yang lain, Giant kokopu bukanlah ikan permukaan ataupun ikan yang suka masuk atau merembes ke tanah, ikan ini lebih suka berenang terutama di perairan berarus tenang. Perairan dengan vegetasi yang banyakpun seperti rawa atau danau juga disukai oleh ikan ini. Giant kokopu diperkirakan mecapai usia dewasa setelah berusia tiga tahun dan dapat hidup selama beberapa tahun (sumber lain menyebutkan usia hidup ikan ini berkisar 10 tahun). Namun setelah diatas tiga tahun, pertumbuhan ikan akan melambat dengan laju pertumbuhan 1,9-13,3 mm pertahunnya. 
Ukuran ikan ini yang pernah dilaporkan adalah panjang tubuh sekitar 58 cm dengan berat 2,8 kg. Namun panjang tubuh ikan dewasa umumnya hanyalah 30-40 cm. Secara fisik, ikan ini sangat cantik dengan bentuk tubuh silindiris memanjang. Pola yang berada pada tubuhnya mempunyai warna keemasan dengan bentuk pola seperti cincin, bulan sabit dan bintik-bintik yang sangat serasi dengan warna tubuhnya yang kehijauan. Pola-pola terebut ada di sekujur tubuh ikan mulai kepala sampai pangkal ekor. Namun anakan Giant kokopu belum mempunyai pola-pola ini, hal inilah yang menyebabkan kesulitan saat membedakan anakan Giant kokopu dengan spesies lain seperti Banded kokopu. Giant kokopu mempunyai satu sirip punggung dan sirip anal yang berukuran sama besar dengan tubuh yang tidak ditutupi sisik. Tubuh ikan ini ditutupi kulit tebal dan keras yang dilengkapi dengan lendir.

Giant kokopu bersifat predator dengan makanan utamanya adalah serangga, namun beberapa berpendapat bahwa ikan ini juga memangsa hewan air laiinnya bahkan termasuk anakannya sendiri. Bentuk tubuh dan posisi sirip telah menjadikan ikan ini sebagai predator yang suka menyelinap dan menangkap mangsa dengan seketika. Proses breeding ikan masih menjadi hal yang misterius, lokasi bertelur ataupun telurnya belum pernah ditemukan sampai saat ini. Anakan Giant kokopu biasanya berukuran sekitar 45-55 mm dengan warna yang transparan cenderung kecoklatan. Musim bertelur diyakini terjadi antara bulan Juni sampai agustus. Seekor betina yang mempunyai panjang tubuh 336 mm diketahui dapat mengeluarkan 25000 butir telur dengan ukuran diameter telur berkisar 2 mm. Anakan ini diyakini akan langsung menuju ke laut dan kembali dari laut dengan membawa warna tubuh coklat kehijauan. Giant kokopu muda mempunyai enam sampai delapan garis vertikal pucat sebelum berkembang menjadi pola-pola cantik keemasan. 
TAKSONOMI
Kingdom
Animalia
Phylum
Chordata
Class
Order
Family
Galaxiidae
genus
Galaxias
Species
Galaxias argentus
Read more...

Senin, 16 Januari 2012

Toman (Channa micropeltes), Snakehead Bergigi Pisau dari Asia tenggara

Toman atau Giant Snakehead (Channa micropeltes) dikenal juga dengan nama Red Snakehead merupakan ikan predator dari golongan snakehead yang berasal dari kawasan Asia Tenggara mulai dari Thailand, Mekong, Vietnam, Laos, Malaysia, dan bagian utara Sumatra. Selain itu, ikan yang biasa juga dikenal dengan Giant Mudfish ini juga ditemukan di beberapa daerah India. Sebutan Toman hanya digunakan di Malaysia dan Indonesia saja sedangkan untuk daerah lain umumnya mempunyai nama yang berbeda. dikenal dengan Giant Snakehead karena ikan dewasa dapat mencapai sekitar 150 cm dan merupakan ikan terbesar kedua dalam family Channidae. Oleh para penghobby ikan hias atau pemancing air tawar, ikan ini dianggap sebagai salah satu raksasa ikan air tawar.
TAKSONOMI
Kingdom
Animalia
Phylum
Chordata
Class
Order
Family
genus
Species
Channa micropeltes








Toman mempunyai pola warna tubuh yang sangat menarik dengan postur silindris memanjang. Toman muda mempunyai warna merah, dengan garis stripe hitam dan oranye melintang pada tubuhnya setelah berusia lebih dari dua bulan. Seiring dengan bertambahnya usia ikan, garis strip dan warna merahnya akan menghilang dan digantikan dengan warna pola hitam keabu-abuan atas dan putih pada bagian perut. Di habitat aslinya, ikan ini adalah predator yang berada di puncak rantai makanan. Biasanya makanannya antara lain ikan, amfibi dan burung kecil. Sebagai predator, Toman dilengkapi dengan deretan gigi pisau yang sangat tajam dan rahang yang kuat sehingga menghasilkan terkaman yang luar biasa saat menangkap mangsa dengan gigitannya. Karena kebuasan ikan ini, maka sangat tidak dianjurkan oleh hobbies pemula untuk memeliharanya. Beberapa kabar menyebutkan bahwa ikan ini pernah menyerang manusia, namun keakuratan berita tersebut masih dipertanyakan. Untuk perawatan di aquarium, usahakan untuk dijaga sendiri karena perawakannya yang agresif, tidak akan hanya menyerang atau membunuh tankmatenya tapi juga kemungkinan bisa melukai si pemelihara. Di aquarium, makanannya dapat diberi makanan seperti ikan, kerang, cacing tanah yang besar dan beberapa makanan lainnya seperti hati domba (kurang dianjurkan). 
Giant Snakehead merupakan ikan air tawar yang tangguh dan mampu hidup diberbagai habitat seperti rawa, danau, kolam, sungai dan lainnya. Melepaskan ikan ini di bukan habitat aslinya sangat beresiko bagi keseimbangan habitat aslinya dikarenakan sifat ikan yang agresif dan predator. Sebagai ikan besar, Toman atau Giant Snakehead sangat populer bagi para pemancing ikan air tawar. Selain ukuran yang besar tapi juga tarikan ikan yang dianggap pemancing sangat kuat. Rekor yang pernah didapat adalah ikan Toman dengan ukuran panjang lebih dari 1 meter dan berat 20 Kg.
Pembedaan jenis kelamin masih susah diketahui namun beberapa peternak berhasil membreeding ikan ini walaupun masih sedikit informasi yang tersedia. Diketahui bahwa telur biasanya diletakkan di sarang yang terbuat dari vegetasi di dasar air dan burayak biasanya akan dijaga oleh induknya. Perilaku unik lainnya dari ikan ini adalah kemampuannya untuk bernafas dengan udara secara langsung. Hal ini dikarenakan, Toman bernafas selain menggunakan insang juga menggunakan paru-paru primitif yang terletak dibelakang insang sehingga memungkinkan ikan ini bertahan pada air yang sangat miskin oksigen dengan cara naik ke permukaan dan meneguk sedikit udara. Adapun kondisi air yang perlu diperhatikan saat memelihara Toman ialah suhu air sekitar 22-270C dan pH 6-7,5.


Read more...

Selasa, 10 Januari 2012

Axelrod Rasbora (Sundadanio axelrodi ), Si Penguak Mini dari Indonesia

 Axelrod Rasbora (Sundadanio axelrodi) merupakan ikan kecil yang sangat eksotik berasal dari Indonesia. Ikan mini ini diduga merupakan ikan asli dari kepulauan sunda besar Kalimantan dan Sumatera termasuk di kepulauam riau dan pulau Bangka di sisi timur Sumatera, namun populasi pasti hanya ditemukan di Kalimantan. Ikan ini mirip sekali dengan ikan Neon Tetra dari Amazon, baik dari segi ukuran maupun segi warna. Axelrod Rasbora mempunyai beberapa variasi warna sesuai habitat dimana mereka ditemukan. Di pulau Kalimantan, ikan ini ditemukan di bagian Serawak dengan warna Hijau/biru sedangkan pada Kalimantan bagian barat berwarna merah/orange. Ukuran ikan ini cukup kecil sekitar 20-22 mm sehingga sangat cocok untuk aquascape.
Karakter dari Axelrod rasbora adalah pendamai dan biasa hidup berkelompok dengan jumlah kurang dari 20-30 ekor. Walaupun berkarakter pendamai, ikan ini tidak selalu cocok bila di pasangkan dengan ikan lain dalam satu tangki hal ini dikarenakan ukurannya yang kecil. Tankmate yang cocok adalah jenis rasbora seperti Boraras, Eirmotus, dan Trigonostigma, sedangkan tankmate dari jenis lain yang cocok adalah Nannostomus anduzei, N. mortenthaleri , Paracheirodon simulans dan Hyphessobrycon amandae. Kondisi lingkungan yang perlu diperhatikan saat pemeliharaan di Aquarium adalah pada suhu 23-260C dan pH 4 – 6,5. Axelrod rasbora merupakan spesies omnivora dengan ukuran makanan yang mini. Di alam bebas, ikan ini biasanya memakan crustaceae kecil (kutu air), cacing sutra, larva serangga dan zooplankton lainnya. Dalam pemeliharaan di aquarium, ikan ini susah untuk menerima makanan kering walaupun dalam beberapa kasus ikan ini akan mencoba untuk menerimanya. Sebagai gantinya, berilah ikan ini makanan yang hampir menyerupai makanan di alam yakni makanan hidup atau beku seperti Artemia nauplii, Daphnia, grindal dan cacing darah. Pemberian makanan ini perlu untuk diperhatikan untuk menjaga keindahan atau kstabilan warna asli ikan ini.
Secara umum, ikan jantan akan berwarna lebih menyolok dan lebih langsing dibanding ikan betina. Dalam warna yang sama, jantan terkadang mempunyai sirip anal berwarna lebih gelap dipermukaannya dimana betina umumnya bersirip anal transparan. Ada sesuatu yang unik dari ikan ini, yakni saat diganggu atau dikeluarkan dari air (sangat tidak dianjurkan), ikan ini akan mengeluarkan suara seperti menguak. Suara ini juga terdengar saat pejantan yang saling bersaing atau bertarung dengan rivalnya. Beberapa ilmuwan berhipotesis bahwa suara ini disebabkan oleh penggerindaan tulang rawan sirip dada yang berlawanan dengan bulatan-bulatan jaringan otot seperti drum. Proses breeding sulit dilakukan dalam aquarium karena kondisi air yang fluktuatif menyebabkan ikan susah bertelur dalam tangky yang terpisah.
TAKSONOMI
Kingdom
Animalia
Phylum
Chordata
Class
Order
Family
Danioninae
Genus
Sundadanio
Species
Sundadanio axelrodi
Read more...

Data dan gambar diambil dari berbagai sumber. Silahkan koreksi atau tambahkan informasi yang berhubungan dengan blog ini.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...