Do you interest with this site???
Please comment, share and follow this site.
(semua artikel asli bukan hasil copy paste, boleh kalau ada yang mau copy tapi tulis juga sumbernya atau link ke blog ini)

Sabtu, 24 Maret 2012

Four Eyed Fish (Anableps anableps), Karnivora Kecil Bermata Empat dari Amerika Selatan

Four Eyed Fish (Anableps anableps) merupakan ikan dari keluarga Anableps yang mempunyai mata unik. Mereka tersebar di bumi Amerika tengah dan selatan dari Venezuela melewati Guyana, Suriname, French Guiana dan berakhir di delta Amazon Brazil. Ikan golongan livebarrier ini mempunyai penampilan mata yang tidak biasa. Walaupun dijuluki bermata empat namun sebenarnya mereka hanya memiliki dua mata. Dua mata tersebut beradaptasi luar biasa untuk menunjang keberlangsungan hidupnya. Mata ikan dilengkapi dengan jaringan pigmen pita yang membagi mata secara horisontal menjadi dua bagian. Hal ini membuat ikan saat mengapung di permukaan air dapat melihat dua arah sekaligus yakni bagian bawah mata dapat melihat di dalam air dan bagian atas mata dapat melihat di atas permukaan air. Jaringan pita ini juga membagi pupil mata menjadi dua yaitu pupil dalam air dan pupil atas air, hal inilah yang membuat ikan ini dujuluki bermata empat. Kedua pupil dihubungkan dengan bagian yang bernama iris. Dengan kemampuan ini ikan beradaptasi untuk melihat di udara dan di dalam air secara bersamaan. Lensa mata akan mengubah ketebalannya dari atas ke bawah saat melihat objek di udara dan air. Berikut gambar penampang mata Anableps anableps

Keterangan:
1. Retina bawah air
2. Lensa
3. Pupil bawah air
4. Jaringan pita
5. Iris
6. Pupil bawar air
7. Retina udara
8. Syaraf optik
Sebagai penghuni permukaan air, four eyed fish merupakan ikan yang sangat lincah. Ikan ini juga sering ditemukan di perairan payau dengan banyak tetumbuhan bakau. Tubuh ikan berwarna emas keperakan dengan garis putih di tengah tubuhnya, sedangkan bagian perut berwarna putih polos. Tubuh ikan dewasa dapat mencapai lebih dari 20 cm dimana ukuran tubuh betina biasanya lebih besar rata-rata sekitar 26 cm sedangkan jantan sekitar 20 cm. Four eyed fish bersifat karnivora dengan makanan utama adalah serangga yang berada di permukaan air dan kepiting kecil. Selain serangga, mereka juga memakan invertebrata dan ikan-ikan kecil. Untuk makanan komersil, ikan ini dapat diberi makanan kering atau beku seperti brineshrimpe, artemia, cacing tanah dan bloodworm. Hal yang perlu diingat adalah jangan sampai makanan ikan tenggelam ke dalam air karena ikan ini tidak akan memburunya.
Four eyed fish terbiasa hidup berkelompok di alam bebas dengan anggota diatas enam ekor. Pemeliharaan di bawah enam ekor membuat ikan mudah stress dan gugup. Dalam kelompok, ikan jantan dan betina susah dibedakan saat masih muda namun setelah dewasa biasanya ikan betina berukuran jauh lebih besar dibanding jantan. Ikan ini bereproduksi secara vivipar dan biasanya sedikit masalah muncul bila banyak kelompok disatukan saat breeding. Ikan jantan mempunyai alat kelamin gonopodium yang menonjol dan ini berbeda dengan yang ada pada keluarga livebarrier lainnya. sedangkan alat genital betina ditutupi dengan bagian kulit yang disebut foricula. Gonopodium ikan jantan mempunyai orientasi yang berbeda bagi tiap individu begitu pula foricula betina. Hal ini berarti, jantan yang mempunyai orientasi ke kanan cocok untuk berkompulasi dengan betina yang berorientasi ke kiri dan sebaliknya. Namun beberapa sumber menyebutkan bahwa gonopodium jantan cukup fleksibel beberapa derajat sehingga kemungkinan jantan dapat berkompulasi dengan setiap betina. Proses pembuahan terjadi secara internal dengan gonopodium sebagai alat penetrasi untuk betina. Betina akan hamil selama sekitar 12 minggu diiringi dengan nafsu makan yang meningkat drastis. Pada saat akan melahirkan betina akan menjadi lebih agresif dan menyerang tankmate yang lain. Ikan betina kemudian akan berusaha mencari tempat yang cocok untuk melahirkan bayi-bayinya. Jumlah janin bayi yang dilahirkan berkisar 13 sanpai 20 ekor tidak sebanyak keluarga livebarrier yang lain. Bayi ikan biasanya berukuran sekitar 4-5cm panjangnya dan langsung mampu memakan pellet atau butiran. Untuk kasus kelahiran prematur biasanya bayi ikan akan mengalami infeksi dan untuk mencegahnya dapat dilakukan dengan memindahkan mereka ke tangki terpisah yang berisi air steril.


Untuk pemeliharaan di aquarium tidaklah terlalu susah. Satu hal yang penting adalah kebersihan air harus terjaga, proses filtrasi harus cukup kuat untuk mengeluarkan amonia hasil sisa makanan yang tidak termakan. Ukuran tangki 120cm x 45cm x 30cm adalah cukup ideal karena ikan tidak begitu nyaman dengan tangki yang berukuran besar. Sebagai ikan yang mendiami permukaan air, tinggi air cukup 80% tinggi tangki karena dikhawatirkan ikan akan melompat jika tangki terisi penuh. Dekorasi tangki dengan substrat pasir yang cukup tebal dengan cabang kayu atau akar bakau. Substrat dangkal atau bebatuan bisa disediakan untuk tempat tinggal ikan muda atau untuk ikan dewasa yang ingin istirahat dan makan. Tanaman air tidak begitu diperlukan namun jika ingin mencoba dapat digunakan tanaman berdaun keras seperti Microsorum pteropus atau Anubias spp. Sebagai ikan tropis maka temperatur air perlu dijaga pada level 25-31 oC dengan pH 7,5-9 dan kesadahan 15-35 oH. Four eyed fish bersifat pendamai namun tidak cocok bila dicampur dengan ikan yang berukuran kecil karena akan dianggap sebagai makanan. Tankmate yang cocok seperti beberapa jenis livebarrier dan jenis ikan dasar seperti spesies gobi Stigmatogobius sadanundio. Beberapa ikan permukaan lainnya seperti Toxotes spp dan Scatophagus bukannlah pesaing alami di habitat aslinya. 
TAKSONOMI
Kingdom
Animalia
Phylum
Chordata
Class
Order
Family
Genus
Anableps
Species
Anableps anableps
 
Read more...

Minggu, 18 Maret 2012

Ornate Bichir (Polypterus ornatapinnis), Ikan Purba Bertutul dari Afrika

Ornate Bichir (Polypterus ornatapinnis) dianggap sebagai ikan keluarga bichir yang paling attraktif. Ikan berfisik unik ini mempunyai penampilan yang khas binatang purba. Selain itu ornate bichir merupakan salah satu ikan terbesar dalam family Polypteridae. Family polypteridae sendiri sudah ada sejak periode Cretaceous dan tidak mengalami perubahan setelah 60 juta tahun sehingga dikenal sebagai ikan purba. Ikan ini banyak tersebar di benua Afrika terutama afrika tengah dan barat mulai dari sungai Kongo (Zaire, Kamerun, Angola, Kongo, Burundi, Tanzania), anak sungai, rawa, kolam dan danau termasuk danau Tanganyika.
Ornate bichir termasuk golongon bichir yang mempunyai penampilan menarik. Tubuh yang berwarna coklat gelap dengan tutul-tutul hitam dan kuning membuat ikan ini cantik dan mudah dibedakan dari ikan bichir yang lain. Tutul-tutul tersebut selain ada pada tubuhnya juga ada di kepala dan semua siripnya termasuk ekor. Ikan ini juga mempunyai dua mata yang kecil pada sisi kepalanya dan sepasang sungut di atas mulutnya. Ciri khas dari ikan bichir adalah tulang rawan pada sirip punggungnya. Jika pada ikan jenis lain tulang rawan berdekatan dan membentuk satu deretan sirip punggung, tetapi pada bichir tulang rawan tersebut mempunyai jarak sehingga membentuk banyak sirip punggung terpisah yang berderet dari punggung sampai ekor. Jumlah sirip punggung ikan ini berkisar antara 8-11. Selain itu, sirip dada dan anal sangat tebal dan dapat digunakan sebagai kaki sehingga memungkinkan ikan dapat berjalan saat keluar dari air. Secara fisik, bichir mempunyai penampilan mirip ular dan bukannlah perenang handal namun masih cukup cepat saat berburu. Cara mereka memakan mangsa adalah dengan menelannya langsung. Seperti bichir yang lain, ikan ini juga mempunyai sepasang paru-paru primitif yang memberikan kemampuan untuk bertahan di luar air dalam jangka waktu yang pendek. Ornate bichir dapat tumbuh hingga 61 cm (24”) namun di dalam aquarium hanya dapat tumbuh sekitar 18”.
Ornate bichir merupakan bersifat karnivora di alam bebas dam membutuhkan makanan yang tepat. Untuk ikan yang masih kecil dan masa pertumbuhan maka makanan yang cocok adalah bloodworm, daphnia dan brineshrimpe. Ikan yang sudah dewasa dapat diberi makanan seperti udang, daging ikan, ikan kecil, anakan ikan, cacing tanah dan beberapa jenis kerang. Ikan ini merupakan pemakan yang rakus walaupun mempunyai perut yang kecil. Masalah bisa timbul karena kerakusannya yakni ikan bisa mati jika memakan makanan yang berukuran besar yang melebihi kuantitas perutnya. Ornate bichir yang telah dirawat di aquarium dapat dibiasakan untuk diberi pellet ikan sebagai makanannya.
Untuk pemeliharaan di aquarium, ornate bichir membutuhkan area dasar yang cukup luas. Hal ini disebabkan ikan lebih banyak waktu di dasar air untuk menangkap mangsa. Anakan ikan dapat di rawat dalam tangki berukuran 55 gallon sampai mereka mencapai panjang 12” atau berusia sekitar satu tahun. Saat melebihi usia atau ukuran tersebut, mereka membutuhkan space yang lebih luas sekitar 180 gallon atau berdimensi 72”x24”x24”. Ornate bichir adalah ikan nocturnal namun terkadang mereka juga aktif di siang hari. Dekorasi menggunakan tanaman bukannlah hal yang perlu, cukup area yang luas dengan substrat lembut, serpihan kayu dan bebatuan kecil akan membuat ikan nyaman. Mengingat ikan ini bersifat nocturnal, memberikan tempat bersembunyi baik kayu, batu atau pipa merupakan pilihan yang tepat. Pemberian tutup pada tangki disarankan karena sebagai keluarga bichir ikan ini mudah untuk melarikan diri. Hal ini disebabkan kemampuannya yang dapat bernafas langsung di udara dan bentuk tubuhnya yang silinder membantunya melewati lubang yang ada pada tangki. Kondisi air harus selalu bersih dengan parameter suhu 25-28 0C, pH 6-8 dan kesadahan 5-25 0H. Penggantian air tangki dapat dilakukan sekali dalam seminggu. Sebagai predator, jangan campur ikan-ikan kecil dengan ikan ini karena akan dianggap sebagai mangsa. Ornate bichir merupakan tipe ikan yang menunggu mangsa bukan menyerang mangsa. Disarankan untuk mencampurnya dengan ikan-ikan asli Afrika lainnya seperti African butterflyfish, Cichlid, Bichir lain, Datnoids, Knifefish, Ctenopoma yang cukup besar, Catfish, Characin yang cukup besar dan lainnya. Ukuran tubuh adalah faktor penting dalam pemeliharaan predator walaupun satu spesies karena terkadang ikan bersifat kanibal.

Perbedaan ikan jantan dan betina dapat dilihat dari bentuk sirip analnya ketika dewasa. Pada ikan jantan biasanya memiliki sirip anal yang lebih tebal dan lebar dibanding betina. Selain itu, sirip anal jantan juga terlihat lebih gemuk dan padat dibanding betina. Teknik breeding ikan masih sangat jarang dilakukan di tangki, namun jika akan melakukannya dibutuhkan tangki berukuran besar. Ornate bichir bertelur pada musim hujan, jadi atur kondisi temperatur dan kimiawi air untuk menyerupai musim bertelur ikan di alam bebas. Air haruslah bersuhu cukup dingin, pH rendah dan berkesadahan rendah. Ikan ini bertipe “telur menyebar” jadi lebih baik menyediakan tanaman berdaun lebar atau sejenis pengumpul telur. Proses breeding diawali dengan jantan yang akan memburu dan menyentuh betina. Kemudian jantan akan menerima telur dari betina dengan meliukkan sirip anal dan panggulnya di sekitar alat genital betina. Jantan akan membuahi telur tersebut sebelum menyebar telurnya ke vegetasi yang ada. Setelah proses penyebaran telur, induk harus segera dipindahkan karena akan memakan telur mereka sendiri. Telur ikan akan menetas setelah 3-4 hari dan anakan ikan baru bisa berenang tiga hari kemudian. Anakan ikan dapat diberi makan brineshrimpe dan microworm.
TAKSONOMI
Kingdom
Animalia
Phylum
Chordata
Class
Order
Family
genus
Species
Polypterus ornatipinnis
 
Read more...

Selasa, 13 Maret 2012

Arctic grayling (Thymallus arcticus), Si Sirip Layar & Pemakan Telur Ikan dari Alaska

Arctic Grayling (Thymallus arcticus) belum umum di lingkungan ikan hias tetapi populer sebagai ikan pancing yang cantik. Ikan yang berasal dari bagian utara bumi ini, mempunyai banyak nama antara lain American Grayling, Bluefish, Back's Grayling, Sailfin Arctic Grayling, Arctic Trout, Tittimeg dan Poison Bleu. Ikan ini menyebar di Alaska mulai dari sungai Peace dan Stikine di sebelah utara dan sungai Flathead di sebelah selatan. Selain tersebar di Alaska, ikan ini juga tersebar di sisi utara bumi lainnya seperti Kanada, Amerika utara dan Siberia termasuk hilir sungai Missisipi. Habitat Arctic grayling umumnya adalah perairan jernih, berbatu dan bersuhu dingin. Semakin jernih perairannya, maka kualitas ikan akan semakin membaik. Ikan ini sangat sensitif terhadap polutan air. Bahkan di hilir sungai Missisipi, ikan ini termasuk dalam Endangered Species Act (ESA) yang terdaftar dalam US Fish & Wildlife Service (USFWS). Pusat penelitian Biologi di arizona, menuntut USFWS agar ikan ini ditetapkan sebagai binatang yang dilindungi. Arctic grayling hidup diberbagai badan sungai baik itu di dasar, tengah dan mendekati permukaan sungai. Ikan ini juga akan memilih sungai yang berbeda untuk keberlangsungan hidupnya, seperti untuk bertelur, berburu dan menghabiskan musim dingin. Tetapi jika habitatnya nyaman, beberapa individu akan memilih menetap walaupun habitat tersebut adalah perairan kecil atau danau.
Arctic grayling merupakan ikan yang cantik dengan tubuh silinder memanjang dengan paduan warna yang menarik. Tubuhnya berwarna abu-abu keperakan yang colourfull dengan bagian paling gelap di bagian tubuh atas. Perut ikan berwarna lebih terang dengan putih kebiruan. Bintik-bintik kecil berwarna hitam bertaburan di kedua sisi tubuh bagian depan. Bagian unik ikan ini adalah sirip punggungnya yang menyerupai layar dengan banyak bintik-bintik berwarna ungu, biru dan merah. Sirip punggung ikan terkadang mempunyai lebar melebihi lebar dari tubuh ikan itu sendiri. Sirip dada dipenuhi garis-garis yang berwarna semu merah muda dan orange. Sebagai keluarga Salmon, Arctic grayling mempunyai sisik halus yang cukup besar dan garis tengah (literal line) yang melintang di sepanjang tubuhnya. selain itu, ikan ini bermulut kecil dengan deretan gigi rapi di kedua rahangnya. Panjang tubuh rata-rata ikan dapat mencapai 12-17 inchi dengan berat tubuh 1-3 pounds. Namun rekor ukuran ikan yang pernah didapat adalah 76 cm (30 inchi) dengan berat 3,8 Kg. Ikan yang juga dikenal dengan Alaska grayling dapat mencapai usia 18 tahun. Ikan yang attraktif ini biasanya oleh suku Eskimo dan Indian lebih sering digunakan sebagai makanan anjing mereka dibanding buat mereka sendiri.
Arctic grayling merupakan ikan khusus air dingin. Mereka bersifat omnivora dan di habitat aslinya memakan golongan invertebrata, crustacea, serangga dan makanan yang paling penting adalah telur ikan lain. Telur ikan salmon segar merupakan telur yang sering dimakannya. Ikan yang belum dewasa biasanya akan memakan zooplankton dan larva serangga. Saat lapar ikan ini akan mulai berburu baik di bawah maupun di atas permukaan air. Ikan dewasa akan berubah sifat penjadi piscovora dengan memakan ikan lain yang berukuran lebih kecil. Bahkan terkadang ikan akan memakan mammalia kecil dan bangkai ikan. Karena masih jarang dipelihara, maka untuk pemberian makanan saat pemeliharaan dianjurkan mengikuti kebiasaannya di alam.

Ikan yang memiliki nilai ekonomis tinggi ini, merupakan ikan konsumsi dan ikan pancing yang cukup populer. Dalam memancing, faktor kejernihan air sangat penting dalam peluang memperoleh ikan. Air yang keruh atau kurang jernih akan memperkecil peluang tersebut. Pada musim dingin, ikan akan menyelam di perairan yang lebih dalam karena ikan ini mempunyai toleransi yang tinggi terhadap oksigen terlarut rendah. Bahkan Arctic grayling dapat hidup di sungai es yang tidak semua ikan akan bertahan. Saat musim semi, ikan ini akan berlaku seperti halnya Salmon yaitu bermigrasi menuju daerah hulu atau daerah asal untuk bertelur. Dalam bermigrasi ikan akan menempuh jarak dari 60 mil sampai lebih dari 100 mil. Ikan akan mencapai usia matang secara seksual pada usia 4-5 tahun dan biasanya berukuran 11-12 inchi. Pada saat siap bertelur, ikan akan menempati sungai dangkal dengan beralas pasir. Ikan jantan yang memiliki sirip punggung lebih lebar dan berwarna menarik akan bersifat lebih teritorial dan menarik ikan betina dengan sirip punggungnya. Sirip punggung ikan jantan juga akan digunakan untuk menjepit ikan betina saat mereka sama-sama mengeluarkan semen dan telur. Setelah proses bertelur selesai, induk ikan yang bukan tipe penjaga ini akan meninggalkan telur yang telah bercampur pasir. Walaupun ikan tidak menggali untuk sarang, namun energi yang tinggi saat kawin membuat material-material pasir terlempar dan menutupi zigot (telur yang telah dibuahi). Zigot yang berukuran 3 mm ini akan berkembang menjadi embrio dan menetas setelah 2-3 minggu. Semua embrio yang menetas akan tinggal dipasir sampai semua kuning telur terserap. Anakan ikan yang mempunyai panjang 12-18 mm akan membentuk kawanan dan berkelompok di pinggir sungai.
Arctic grayling belum pernah dijumpai dalam aquarium, dikarenakan memang susah dipelihara. Kesulitan yang utama dalam pemeliharaan adalah temperatur air yang sangat dingin <15 oC dan kebiasaan ikan yang bermigrasi. 
TAKSONOMI
Kingdom
Animalia
Phylum
Chordata
Class
Order
Family
genus
Species
Thymallus arcticus

Read more...

Kamis, 08 Maret 2012

American Flagfish (Jordanella floridae), Ikan Bercorak Bendera Amerika dari USA

American Flagfish (Jordanella floridae) merupakan ikan kelompok killifish yang berasal dari daratan USA. Ikan ini tersebar mulai dari Yucatan peninsula sampai Florida. Di Florida sendiri ikan ini banyak ditemukan di sungai, rawa, danau bahkan parit atau selokan yang berarus pelan. Sifatnya yang mudah beradaptasi membuatnya banyak ditemukan di berbagai habitat di Florida. Ikan ini juga dilaporkan mendiami habitat air payau. American flagfish berukuran mungil dengan panjang tubuh maksimal 6 cm. Ikan ini mendapatkan namanya dari corak tubuh ikan jantan yang menyerupai warna bendera Amerika. Pada kedua sisi tubuh terdapat titik-titik biru/hitam dan garis yang berwarna merah dan biru. Pada sirip punggung dan anal berwarna kekuningan dengan tambahan deretan titik berwarna merah. Pada bagian tengah kedua sisi tubuhnya terdapat bintik hitam yang cukup besar. Dibawah pengaruh lampu atau sinar, paduan warna tubuh ikan akan nampak berkilau dan menimbulkan efek paduan warna yang indah. Seperti halnya killifish lainnya, ikan betina tidak mempunyai warna seindah ikan jantan. Ikan betina berwarna kuning suram pada kedua sisi tubuhnya dengan dipenuhi bintik-bintik. Satu lagi ciri khas ikan betina adalah adanya pola besar yang terletak pada sirip punggungnya. American flagfish bersifat omnivora dan tidak susah dalam pemilihan makanan. Walaupun omnivora, ikan ini cenderung menyukai alga bahkan reputasinya memakan alga menyamai algae eater. Spirulina, ganggang hijau kebiruan dapat dijadikan makanan ikan ini. Intinya mereka akan memakan alga jenis apapun yang ada dalam aquarium. Kemungkinan ikan ini juga akan memakan tanaman saat dipelihara dalam aquarium yang berdaun lunak. Dengan memakan tanaman atau material tanaman akan membuat kesehatan ikan selalu terjaga. Selain memakan material tanaman, ikan ini juga memakan makanan hidup seperti cacing, crustacea dan material makanan lainnya. Pakan kering atau beku juga dapat digunakan sebagai variasi makanan seperti pellet, bloodworm beku dan lainnya.
Desain tangki yang cocok untuk american flagfish adalah menyerupai habitat aslinya dengan banyak tanaman dan sedikit arus. Ukuran tangki untuk sepasang ikan adalah 40 liter dengan dimensi 45 x 30 x 30 cm. Sistem pencahayaan diatur cenderung suram dengan menaruh tanaman mengapung untuk mengurangi cahaya masuk ke tangki. Air lebih baik bersuhu rendah yakni sekitar 19-25 oC, ikan akan tidak bertahan lama jika suhu diatas itu. pH sedikit basa yakni 6-8 dengan kesadahan 5-20 oH.
Masa hidup American flagfish dapat mencapai 8 tahun. Ikan ini berkarakter cukup pendamai saat tidak bertelur namun akan menjadi bertemperamen agresif saat membuat sarang untuk bertelur. Selain itu, ikan ini bersifat pemalu dan akan bersembunyi saat disatukan dengan ikan yang lebih besar dan saat ada gerombolan ikan. Pemilihan tankmate sangatlah terbatas, tankmate yang sesuai adalah ikan-ikan kecil yang biasa dalam kelompok dan bersifat pendamai seperti cardinal tetra, minnow, small danio, live barrier dan lainnya. Tankmate yang bersifat pendamai akan membuat ikan ini menjadi lebih percaya diri. American flagfish dapat dipelihara sendiri maupun berkelompok.

Ikan yang tidak terevaluasi dalam IUCN Red Status ini, merupakan ikan killifish yang agak susah dipelihara dibanding killifish yang lain. Berdasarkan cara mereka bertelur, ikan ini lebih mirip sebagai cichlid dan sunfish. Tetapi berdasarkan ciri fisik yaitu sirip punggung yang berduri maka ikan ini termasuk dalam cyprinodontie. American flagfish terdaftar dalam Guiness Book of Record sebagai ikan dengan jumlah telur terkecil yakni sekitar dua puluh butir telur dalam beberapa hari. Ikan ini akan menjadi spesies yang menarik saat berada di air berkondisi cenderung basa.
Teknik breeding american flagfish tergolong cukup mudah. Pasangan ikan dipisahkan pada tangki yang berukuran lebih kecil sekitar 18”x10”x10”. Kondisi tangki haruslah berarus pelan, bersuhu 77-79 oF dan terdapat rerumpunan seperti javamoss. Tangki janganlah terlalu dalam yaitu maksimal 8”. Pasokan makanan seperti pakan hidup dan material tanaman harus selalu tersedia. Usahakan hanya sepasang ikan dalam satu tangki dan pilihlah ikan jantan dengan kualitas warna yang baik dan ikan betina yang berbadan bulat. Proses pemijahan akan diawali dengan ikan jantan akan memburu ikan betina, jika ikan betina belum siap maka akan menimbulkan luka. Induk betina bukannlah tipe penjaga jadi segera pindahkan induk betina saat proses bertelur selesai. Induk jantan akan menjaga telur-telurnya dari apapun termasuk induk betina sampai telur menetas. Telur ikan akan menetas 6-10 hari, dan induk jantan dapat dipindahkan setelah telur menetas. Anakan ikan sangat kecil dan membutuhkan meterial makanan seperti infusoria untuk beberapa hari pertama sampai mereka sanggup menerima microworm, artemia naupli, grindal worm dan lain-lain. Anakan ikan biasanya akan mati jika tidak segera mencapai permukaan setelah menetas. Setelah dua minggu, anakan ikan dapat dipindahkan ke tangki pembesaran dengan bahan makanan alga. 
TAKSONOMI
Kingdom
Animalia
Phylum
Chordata
Class
Order
Family
Genus
Jordanella
Species
Jordanella floridae
Read more...

Sabtu, 03 Maret 2012

Red Tail Barracuda (Acestrorhynchus falcatus), Anjing Berekor Merah dari Amazon

Red Tail Barracuda (Acestrorhynchus falcatus) mempunyai banyak nama yang berbeda di pasaran seperti Dog characin, spotted cachorro, amazon cachorro dan freshwater barracuda. Ikan dari keluarga Characin ini tersebar luas di bantaran sungai Amazon, mulai dari Peru, rio orinoco di Venezuela dan beberapa sungai di Guyana, Suriname dan French Guiana. Ikan ini mendapatkan namanya dari penampilan dan perilakunya yang kurang lebih menyamai Barracuda laut dan juga terkadang mereka dijuluki pike characin. Meskipun penampilan dan perilakunya menyerupai Barracuda namun ikan ini bukanlah dari keluarga Barracuda. Untuk status keberadaannya, ikan ini belum terevaluasi dalam IUCN Red List Status.
Red tail barracuda mempunyai penampilan fisik yang hampir biasa bahkan tidak menarik di mata sebagai ikan hias. Bentuk tubuhnya ramping seperti torpedo dengan mulut yang dipenuhi gigi-gigi tajam. Gigi ikan biasanya nampak walaupun ikan tidak membuka mulut. Tubuh ikan berwarna keemasan dan keperakan di bagian bawah (perut). Semua sirip berwarna transparan kecuali ekor. Ekor ikan berwarna merah pada bagian pangkal dan transparan di tepiannya. Warna merah juga muncul di sirip punggung ikan dewasa. Ikan ini mempunyai pola hitam yang khas di pangkal ekornya atau ditengah warna merah ekor. Ukuran tubuh ikan dewasa dapat mencapai 25-27,5 cm. Ikan betina memiliki tubuh yang cenderung lebih besar dan lebih gemuk dibanding ikan jantan.
TAKSONOMI
Kingdom
Animalia
Phylum
Chordata
Class
Order
Family
Genus
Acestrorhynchus
Species
Acestrorhynchus falcatus







Ikan yang berkeluarga dengan piranha ini, merupakan predator yang berkembang di alam. Ikan yang bersifat karnivora piscovora yakni secara khusus hanya memangsa ikan lain. Mangsanya adalah ikan yang berukuran kecil, namun ada juga sumber yang menyebutkan bahwa mangsanya bisa berukuran dua atau tiga kali lebih besar dari ukuran tubuhnya. ikan ini sulit untuk menerima makanan berupa ikan mati, bahkan anakan ikan yang dibekukan tidak dianggapnya sebagai makanan. Dengan kata lain, makanan utamanya hanyalah ikan hidup. Beberapa penghobi mencoba juga untuk memberinya makanan kering dengan berharap bahwa ikan akan belajar dari tankmatenya. Seperti kebanyakan ikan predator, red tai barracuda tidak cocok dengan daging mammalia atau unggas seperti hati sapi dan daging ayam. Pemberian makanan ikan hidup harus selalu diperhatikan. Ikan-ikan kecil seperti livebarrier dan ikan mas kurang sesuai bila dijadikan mangsa karena selain berpotensi membawa parasit atau penyakit, kandungan nutrisinya juga tidak cukup untuk menunjang pertumbuhan ikan. Walaupun ikan bersifat piscovora, terkadang ikan yang telah dipelihara akan juga memakan makanan non ikan seperti cacing tanah, udang sungai dan beberapa invertebrata air yang berukuran besar.
Spesies Acestrorhynchus mempunyai penampilan serupa namun bukan berarti tidak bisa dibedakan. Red tail barracuda dibedakan dari spesies Acestrorhynchus lainnya dari ukuran fisiknya dan adanya marking hitam dibelakang penutup insangnya. Walaupun beberapa dari spesies Acestrorhynchus juga memiliki marking hitam ini, namun untuk marking red tail barracuda cenderung berbentuk seperti tetesan air mata yang terbalik dengan ukurannya sekitar 25% dari lebar tubuh. Sedangkan marking hitam pada spesies lain biasanya berukuran lebih bulat ataupun lebih kecil.

Red tail barracuda mempunyai karakter yang agresif dan termasuk perenang yang cepat. Dimensi tangki yang dibutuhkan adalah berukuran minimal 250 cm x 90 cm. Anakan ikanpun juga membutuhkan tangki yang berukuran luas karena karakternya yang mudah gugup dan suka menabrakkan diri sendiri ke kaca sampai terluka jika tangki terlalu sempit. Dekorasi tangki dengan substrat pasir dan sedikit ornamen (kayu, cabang kayu, akar atau daun) akan membuat ikan lebih nyaman. Tanaman air yang dapat hidup di pasir juga dapat ditambahkan seperti Microsorum pteropus, Taxiphyllum barbieri dan Anubias spp. Pemberian tutup pada tangki dianjurkan karena ikan yang terkadang lompat dari tangki. Sistem filtrasi haruslah baik karena sebagai predator, ikan ini akan cenderung mengeluarkan kotoran dalam jumlah cukup banyak. Proses pergantian air dapat dilakukan perminggu dengan mengganti air tangki sebanayk 30-50%. Ikan ini sensitif terhadap kandungan polutan air sehingga sebaiknya air didiamkan dulu semalam sebelum dimasukkan ke dalam tangki. Parameter kondisi air tangki adalah bersuhu 23,9-27,8 0C, pH 6,0-7,5 dan kesadahan 1-12 0H. Di alam liar, red tail barracuda sering terlihat berkelompok. Ikan ini mudah gugup sehingga dengan berkelompok setidaknya akan meredamnya. Ikan yang lebih tua cenderung akan hidup soliter namun tetap masih akan ke kelompok yang sama untuk sekali-kali. Kondisi ideal untuk merawat ikan ini ialah dijaga dalam kelompok kecil ( empat ekor atau lebih) atau dengan ikan lain dengan ukuran yang sama. Ingat bahwa spesies dalam family acestrorhynchids biasanya bersifat kanibal jadi jangan campur dengan ikan yang jauh berbeda ukuran. Tankmate yang sesuai ialah predator atau non predator seperti pleco, geophagus, ctenolucius dan lainnya yang penting berukuran sama.
Teknik breeding masih sedikit diketahui informasinya. Breeding dapat dilakukan di aquarium yang bersuhu 27 0C dengan menempatkan dua jantan dan satu betina. Proses bertelur terjadi saat betina berenang dalam keadaan diam dan jantan mengelilinginya dengan membentuk pola angka delapan. Telur biasanya berserakan tanpa penjagaan dari sang induk. Telur akan menetas setelah 24 jam.
Read more...

Data dan gambar diambil dari berbagai sumber. Silahkan koreksi atau tambahkan informasi yang berhubungan dengan blog ini.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...