Do you interest with this site???
Please comment, share and follow this site.
(semua artikel asli bukan hasil copy paste, boleh kalau ada yang mau copy tapi tulis juga sumbernya atau link ke blog ini)

Senin, 27 Februari 2012

Royal Pleco L190 (Panaque nigrolineatus), Herbivora Berkepala Besar dari Amazon

Royal Pleco (Panaque nigrolineatus) merupakan ikan keluarga pleco yang tersebar di sekitar sungai Amazon dan percabangannya seperti Rio Orinoco yang memanjang di Columbia dan Venezuela. Royal pleco biasa dikenal juga sebagai Royal plec, Royal panaque, Royal catfish dan beberapa nama lokal seperti Carachama (spanyol), Acari-da-pedra (portugis) dan Panaque (Venezuela). Sebagai keluarga Loricariidae, Royal pleco atau Royal plecostomus ini juga mempunyai kode nama L yakni L190 atau L027. L190 dan L027 merupakan satu spesies, hanya saja L027 di pasaran lebih ditujukan pada royal pleco yang berasal dari sungai-sungai di Brazil yang mempunyai variasi warna sedikit keemasan.
Sejauh ini L190* dianggap sebagai spesies Panaque nigrolineatus, namun beberapa Panaque lain dari habitat yang berbeda mempunyai penampilan fisik yang sama, mereka antara lain:
L 027 : Brazil (Rio Xingu, Rio Tapajos, Rio Jamaxim dan Rio Tocantins)
L 090 : Peru (Rio Ucayali)
L 190 : Venezuela dan Colombia (Rio Orinoco)
L 191 : Colombia (Rio Caguan)
L 230 : Peru
L 330 : Colombia (Meta, Rio Guejar dan dipercayai sebagai pemakan kayu)
Royal pleco mempunyai bentuk fisik seperti kebanyakan keluarga pleco. Ukuran tubuhnya dapat mencapai panjang 43 cm. Tubuh ikan ini berwarna abu-abu terang dengan garis-garis lengkuk berwarna abu-abu gelap. Mata ikan berwarna merah sehingga kontras dengan warna tubuhnya. beberapa variasi spesies ini mempunyai warna yang berbeda seperti warna dasar tubuh yang cenderung keemasan. Sirip punggung ikan lebar dengan tepian sirip berwarna krem dan keemasan. Kepala ikan ini relatif besar bila dibanding pleco jenis lain dengan kulit yang kaku, keras dan tanpa sisik. Royal pleco bukanlah perenang handal karena tubuhnya yang berat dan tidak fleksibel, namun mereka mempunyai mulut penghisap yang kuat sehingga bisa bertahan di bebatuan atau kayu saat arus air sangat kuat. Seperti halnya genus panaque lainnya, ikan ini dilengkapi dengan gigi sendok yang tajam dengan bagian ujung yang lebih lebar. Ikan ini juga dilengkapi dengan buccal papilla yaitu kulit penutup yang berada dalam mulut.
Untuk perawatan di aquarium, royal pleco membutuhkan tangki yang lebar karena ukuran tubuhnya yang bisa tumbuh besar. Untuk seekor ikan muda setidaknya membutuhkan aquarium dengan panjang 60-80 cm. Sedangkan untuk ikan dewasa membutuhkan aquarium berukuran panjang 150-200 cm dengan tinggi dan lebar 60 cm. Penyediaan ukuran aquarium yang lebar juga disebabkan ikan yang bersifat teritorial. Aquarium yang terlalu sempit akan membuat ikan saling menyerang dan dapat menyebabkan luka parah. Setting aquarium dengan sedikit cahaya atau perbanyak tempat bersembunyi. Kayu besar atau yang banyak cabang sangat cocok sebagai dekorasi aquarium. Pemberian tanaman yang berdaun keras sebagai dekorasi juga akan membuat ikan semakin nyaman. Air haruslah lunak dengan pH 6-7 dan suhu 22-300C. Ikan ini membutuhkan oksigenasi yang sangat baik terutama di level dasar air. Filtrasi harus cukup kuat karena ikan akan membuang banyak kotoran setelah makan.Royal pleco mempunyai karakter pendamai. Ikan-ikan non agresif atau semi agresif lainnya akan cocok bila dijadikan tankmate seperti cichlid ataupun barb. Jangan campurkan dengan ikan yang sangat agresif karena akan melukai ikan

Ikan yang mempunyai sinonim nama latin Chaetostomus nigrolineatus ini mempunyai sifat herbivora. Di habitat aslinya, mereka akan memakan berbagai material tanaman mulai dari kayu yang busuk, alga dan berbagai vegetasi air lainnya. oleh karena itu, berpikirlah ulang untuk merawatnya dalam aquascape. Untuk perawatan di aquarium dapat diberi makanan seperrti alga, mentimun, selada, bayam dan makanan tablet berbahan sayuran. Ikan ini juga menerima pellet ikan namun lebih baik bila pellet berasal dari tanaman. Beberapa peternak memilih membuatkan pellet sendiri yang berasal dari variasi tanaman sebagai makanan ikan ini.
Teknik breeding royal pleco di aquarium merupakan hal yang tidak umum. Persediaan ikan di pasaran kebanyakan dipanen dari alam liar. Populasi ikan diperkirakan terus menurun karena penangkapan secara liar di alam untuk di perdagangkan. Jika ingin mencoba untuk memijahkannya, cobalah untuk membuat tiruan musim kering yang diikuti musim hujan di aquarium. Simulasi musim hujan dapat dibuat dengan cara membuat air menjadi lebih dingin, lebih lunak dan lebih asam. Air hujan dapat menjadi alternatif saat pergantian air untuk proses memijah. Membedakan jenis kelamin pada pleco ini sangat susah, biasanya proses pembedaan dapat dilakukan dengan melihat papilla. Jika papilla bulat dan tumpul berarti berjenis kelamin betina sedangkan jika runcing dan kecil maka berjenis kelamin jantan.
TAKSONOMI
Kingdom
Animalia
Phylum
Chordata
Class
Order
Family
genus
Species
Panaque nigrolineatus

Read more...

Jumat, 24 Februari 2012

Orinoco Peacock Bass (Cichla Orinocensis) Ikan Hijau Agresif Bermarking Tiga dari Amazon

Orinoco Peacock Bass (Cichla Orinocensis) merupakan ikan family Cichlid yang tersebar mulai dari bantaran sungai Amazon, Rio Negro, Rio Orinoco dan Rio branco. Sungai-sungai tersebut berada di Venezuela, Columbia dan Brazil. Dalam bahasa lokal ikan ini sering dikenal dengan nama Borboleto, Taua dan Pavon. Borboleto sendiri dalam bahasa Portugis berarti “Kupu-kupu”, hal ini banyak membingungkan orang antara spesies ikan ini dengan Butterfly Peacock Bass (Cichla Ocellaris). UICN tidak pernah melakukan investigasi terhadap semua spesies peacock bass, oleh karena itu ikan ini tidak berada dalam daftar merah dan sampai saat ini tidak ada laporan yang mengatakan bahwa ikan dalam kondisi terancam.
Orinoco peacock bass termasuk salah satu dari lima belas spesies peacock bass yang telah ditemukan. Seperti halnya ikan peacock bass lainnya, ikan ini mempunyai range warna tubuh dari kuning keemasan sampai hijau keemasan yang tersebar di seluruh bagian tubuh. Selain itu, bagian bawah tubuh (perut) berwarna kemerahan dan bagian atas tubuh (punggung) berwarna kebiruan. Ciri khas dari Orinoco peacock bass ialah adanya tiga pola yang sangat jelas yang tersusun vertical di kedua sisi tubuhnya. Pola berbentuk cincin dengan bagian dalam berwarna hitam mencolok dan berwarna keperakan pada bagian garis tepinya. Terkadang dalam pola tersebut terdapat pola-pola cincin keemasan yang lebih kecil. Pada bagian kepala (pipi) tidak terdapat marking gelap seperti yang terdapat pada sepupunya Cichla temensis. Orinoco peacock bass beradaptasi dengan lingkungan berarus cepat dengan mengembangkan tubuh yang licin serta sirip dada dan anal yang sangat kuat. Ikan yang mempunyai sinonim nama latin Cichla argus ini merupakan ikan yang terkenal bagi para pemancing, karena ikan ini mempunyai kekuatan yang cukup besar saat menangkap umpan. Ikan dewasa dapat mempunyai panjang tubuh sekitar 60 cm. Rekor ikan yang pernah di dapat mempunyai berat tubuh 6,22 Kg dan terjadi di Venezuela. Akhir-akhir ini, Orinoco peacock bass juga mulai populer sebagai ikan aquarium karena keindahan warna tubuhnya. Masa hidup ikan ini bervariatif yakni sekitar 8-12 tahun.
Orinoco peacock bass ditemukan hidup pada berbagai kondisi di habitat aslinya, mereka cenderung mendiami perairan yang dangkal dan berarus sedang. Namun jika melihat kondisi habitat aslinya, ikan ini juga terbiasa dengan perairan berarus cepat. Lokasi yang biasa disukai ikan ini adalah di sekitar garis pantai, kolam atau bendungan dan danau di pinggir laut. Satu hal yang menarik ialah ikan ini biasanya ada bila di perairan tersebut ditemukan Cichla Temensis.
Untuk perawatan di aquarium, satu orinoco peacock bass kecil saja membutuhkan tangki yang cukup besar. Satu ikan dewasa setidaknya membutuhkan tangki dengan ukuran 8’x3’x3’. Tangki yang lebih kecil akan membuat ikan kekurangan ruang untuk bergerak dan menyebabkan ikan tidak bertahan lama. Karena ikan membutuhkan banyak ruang, maka set up yang bagus hanyalah dengan memasang sedikit ornamen. Satu batang kayu besar atau tanaman air yang rindang direkomendasikan sebagai ornamen tangki. Ikan ini membutuhkan air berkualitas baik yakni dengan sedikit polutan dan kaya akan kandungan oksigen. Sistem filtrasi baik secara mekanis, kimiawi dan biologi haruslah kuat sehingga menciptakan arus air yang cukup untuk membuat ikan lebih nyaman. Selain itu, filtrasi yang kuat juga bertujuan untuk membersihkan sisa makanan dan kotoran yang ada pada tangki. Setting air pada tangki dengan suhu 27-290C, pH 5,5-6,5 dan kesadahan 5-150H.

Orinoco peacock bass mempunyai karakter yang agresif dan teritorial. Oleh karena itu, sangat lebih baik jika ikan ini dipelihara sendiri dalam tangki. Jika ikan ini dipelihara dengan ikan lain maka ukuran tankmate adalah hal yang penting untuk diperhatikan. Tankmate haruslah ikan besar seperti cichlid, catfish, stingray dan arowana. Tankmate yang berukuran lebih kecil akan dimakan karena akan dianggap sebagai makanan. Orinoco peacock bass bisa juga dicampur dengan jenis peacock bass lain baik yang satu spesies maupun beda spesies.
Orinoco peacock bass bersifat karnivora (predator), di alam bebas dia akan memakan berbagai makanan yang ada di ekosistem mereka. Makanannya cenderung binatang hidup seperti ikan kecil, cacing, crustacea, serangga, kerang (remis) dan amfibi. Untuk pemeliharaan di dalam aquarium, penyediaan makanan harus dikondisikan seperti halnya di alam bebas yakni berupa makanan hidup. Penyediaan makanan hidup haruslah hati-hati mengingat makanan hidup lebih cenderung mudah membawa bibit penyakit. Selain makanan hidup, beberapa makanan komersial juga cocok untuk ikan ini seperti pellet, bloodworm, makanan beku dan lainnya.
TAKSONOMI
Kingdom
Animalia
Phylum
Chordata
Class
Order
Family
genus
Species
Cichla orinocensis








Teknik pemijahan ikan ini belum banyak diketahui, namun beberapa peternak telah berhasil melakukannya. Ikan jantan diketahui dari ukuran tubuhnya yang lebih besar dan biasanya memiliki punuk. Pasangan induk yang siap dipijah hendaknya dipisahkan pada tangki tersendiri atau kolam.
Read more...

Kamis, 16 Februari 2012

Tambraparni Barb (Puntius tambraparniei), Pelangi Bersirip Punggung Panjang Dari Sungai Tambraparni India

Tambraparni Barb (Puntius tambraparniei) merupakan ikan dari family cyprinidae yang ditemukan di sungai Tambraparni, sebuah sungai yang berada di pegunungan Western Ghat dan mengalir melalui Tamil Nadu, India bagian selatan. Banyak orang yang sering keliru untuk membedakan spesies ini dengan spesies Puntius arulius, dikarenakan persamaan fisik yang amat mirip. Bahkan dulu dianggap bahwa Puntius tambraparnie merupakan subspesies dari Arulius barb (Puntius arulius). Sekarang telah dipastikan bahwa kedua spesies ini berbeda. Perbedaan terlihat pada Tambraparni barb jantan dewasa yang mempunyai sirip punggung bercabang dan memanjang, serta adanya sepasang barbel (sungut) . Tambraparni barb termasuk keluarga barb yang tergabung dalam group Puntius filamentosus (Valenciennes) yang berasal dari India selatan dan Sri Langka. Banyaknya persamaan fisik antar spesies dalam kelompok ini, menyebabkan sering terjadi kesalahan penulisan atau penyebutan nama. Selain P.arulius, beberapa spesies lain juga digambarkan identik dengan ikan ini. Ikan ini berbeda dengan spesies P.filamentosus, P.singhala dan P.assimilis karena mempunyai pola hitam pada tubuhnya yang lebih menyolok. Perbedaannya dengan spesies P.exclamatio adalah terletak pada tidak adanya pemanjangan dan bintik-bintik hitam pada bagian ekor. P.tambraparniei juga berbeda dengan P.srilangkaensis karena mempunyai bibir yang lebih ke bawah.



Secara fisik, Tambraparni Barb hampir sama dengan golongan barb yang lain, namun ada yang membedakan yaitu tubuh lebih gemuk dan sirip punggung ikan jantan dewasa dapat memanjang melebihi sirip normal. Warna tubuh ikan jantan lebih menyolok dibanding tubuh ikan betina. Warna tubuh ikan cenderung orange keperakan dan warna hijau pada tubuh bagian depan. Sirip punggung cenderung berwarna gelap dan terdiri dari 8-10 garis atau cabang dengan 3 cabang yang paling menonjol (lebih panjang).Sirip dada dan perut cenderung berwarna transparan. Khusus sirip anal dan ekor berwarna orange. Pada bagian tubuh, terdapat tiga sampai empat pola hitam yang cukup besar melintang dari belakang kepala sampai pangkal ekor ikan. Ukuran tubuh ikan ini rata-rata dapat mencapai 6-7 cm atau sekitar 2,33”-2,36”, namun sumber lain menyebutkan panjang ikan dapat mencapai 10 cm. Tambraparni barb mempunyai mulut kecil yang tertutup dan tidak memperlihatkan rahangnya, bentuk bibir yang halus dengan bibir bawah lebih besar. Pada ikan dewasa akan nampak adanya sepasang barbel (sungut) dengan panjang sekitar setengah dari diameter mata.
Untuk perawatan tambraparni barb dibutuhkan tangki dengan dimensi minimal 120cm x 30cm x 30cm atau sekitar 108 liter. Ikan ini akan sangat baik bila dipelihara dalam kelompok dengan jumlah 8-10 ekor ikan, pemeliharaan dalam kelompok juga berguna meredam sifat agresif ikan. Karakter ikan yang pendamai membuat banyak ikan spesies lain yang bisa dijadikan tankmate seperti jenis barb, danio, livebarrier, beberapa cichlid, pleco, tetra, gourami dan ikan karakter pendamai lainnya. Ikan yang mempunyai masa hidup 5-8 tahun ini tidak membutuhkan sistem perawatan yang rumit. Kebersihan tangki dijaga secara berkala seperti halnya perawatan ikan spesies lain. Sistem oksigenasi haruslah baik begitu juga dengan laju alir air yang cukup. Kondisi air dijaga dengan suhu 19-25 oC dan pH 6-8. Dekorasi bukanlah hal yang mutlak perlu, namun dengan pencahayaan yang baik dan substrat hitam akan membuat ikan nampak lebih indah. Pemberian tanaman, akar yang membelit dan batuan kecil akan membuat tangki lebih hidup.
Tambraparni barb cenderung bersifat omnivora di alam liar. Makanan alaminya berupa crustacea, cacing, material tanaman, serangga (larva) dan serpihan material organik. Untuk perawatan di aquarium dapat diberi makanan apapun, namun untuk menjaga kualitas warna tubuh ikan dianjurkan untuk diberi makanan hidup atau beku seperti bloodworm, daphnia dan artemia serta beberapa pakan kering (pellet) berkualitas lainnya. 
TAKSONOMI
Kingdom
Animalia
Phylum
Chordata
Class
Order
Family
Genus
Species
Puntius tambraparniei







Proses pemijahan tergolong tidak terlalu sulit. Siapkan ikan jantan dan betina yang telah siap untuk dipijah. Ikan jantan umumnya mempunyai warna tubuh yang menyolok, lebih ramping dan mengembangkan sirip punggung dalam filamen yang panjang. Sedangkan ikan betina biasanya bertubuh lebih bulat dan sirip punggung tanpa filamen. Ukuran tangki pemijahan biasanya 30” x 12” x 12” dan dilengkapi dengan Java moss untuk ikan meletakkan telur. Bagian dasar tangki diberi lapisan dengan lubang-lubang berukuran kecil. Ukuran lubang haruslah cukup besar agar telur ikan dapat melewatinga namun juga cukup kecil agar induk ikan tidak dapat meraihnya (induk ikan biasanya memakan telurnya sendiri). Kondisi air dijaga pada pH netral dengan kesadahan kurang dari 8 dan temperatur 75-80 F. Pasangan ikan yang telah dipilih segera ditaruh tangki pemijahan pada malam hari dan jika berhasil maka ikan akan bertelur pada pagi harinya, jumlah telur yang dihasilkan biasanya berjumlah 2000 butir per pasang. Telur yang telah dipisahkan akan menetas setelah 24-48 jam, dan anakan ikan akan bebas berenang setelah 24 jam. Anakan ikan dapat diberi makan infusoria pada hari-hari pertama sampai mereka dapat memakan microworm dan artemia naupli.
Read more...

Senin, 13 Februari 2012

Forktail Rainbowfish (Pseudomugil furcatus), Si Kuning Berekor Garpu dari Papua nugini

Forktail Rainbowfish (Pseudomugil furcatus) merupakan ikan golongan rainbowfish berukuran mungil dengan habitat asli di perairan dataran rendah Papua Nugini. Habitat asli ditemukan pada sungai antara Dyke ackland dan Collingwood Bays termasuk sungai Peria yakni anak sungai Kwagira (Papua nugini sebelah timur) dan sungai lembah Musa, Safia Papua nugini. Umumnya, habitatnya berupa sungai hutan hujan tropis yang bersih, berarus cukup deras dan memiliki vegetasi air yang melimpah. Kondisi air yang dilaporkan di habitat aslinya adalah mempunyai suhu 24-28,50C, pH 7-8 dan kesadahan 90-180 ppm. Ikan yang juga dikenal dengan yellow Froktail ini terdaftar dalam IUCN Red List of Threatened Species dengan status “resiko rendah: kurang perhatian”.
Froktail ranbowfish mendapatkan namanya dari bentuk ekornya yang bercabang menyerupai fork (garpu /garpu tala). Tubuh ikan dewasa mungil hanya sekitar 5-6 cm. Ikan mempunyai dua sirip dada yang dipisahkan oleh celah kecil. Sirip dada yang pertama lebih kecil dibanding sirip dada kedua. Warna tubuh ikan berwarna kuning kehijauan baik jantan maupun betina. Pada ikan jantan mempunyai sirip punggung dan anal berwarna transparan dengan garis tepian tipis berwarna kuning. Ikan memiliki sisik tubuh berwarna sedikit gelap pada bagian tepi. Mata ikan berwarna biru sehingga sering juga disebut dengan Froktail Blue eye. Untuk membedakan antara ikan jantan dan betina cukup mudah yakni ikan jantan akan mempunyai warna yang lebih mencolok dan sirip punggung yang lebih panjang. Secara fisik, ikan ini mirip dengan spesies Popondentta rainbowfish (Pseudomugil conniea), yang membedakan adalah tidak adanya garis hitam pada sirip punggung dan anal serta tepian sirip yang berwarna kuning bahkan putih. Ikan ini dulu dikenal dengan Popondentta furcatus, dimana nama diperoleh dari nama daerah tempat ikan ditemukan di Papua Nugini, namun nama tersebut ditinggalkan karena ikan kembali dimasukkan ke dalam genus pseudomugil yang berarti mata biru pada tahun 1989. Ikan mungil ini mampu bertahan hidup sampai usia tiga tahun.

Froktail rainbowfish sangat cocok bila ditempatkan dalam aquascape karena bentuk dan warna ikan yang eksotik. Ukuran tangki minimal yang digunakan untuk pemeliharaan adalah 45cm x 30cm x 30 cm atau sekitar 40 liter air. Ikan ini adalah jenis pendamai dan mudah dipelihara. Ukurannya yang kecil membuat dia cocok dikombinasikan dengan ikan pendamai lain yang berukuran sama, seperti danio, live barrier dan kelompok tetra.
Froktail Rainbowfish lebih baik jika dipelihara dalam kelompok umumnya ikan kecil lainnya dengan jumlah minimal enam ekor. Set up tangki dengan design yang menyerupai habitat asli yakni berarus cukup deras dan banyak tanaman untuk bersembunyi akan membuat ikan lebih nyaman. Tangki harus dijaga terus kebersihannya dengan mengganti air setiap minggu dan sistem filtrasi yang terus dikontrol. Jenis rainbowfish ini termasuk spesies yang mudah terkena penyakit “oodinium”, karantina segera jika ikan menunjukkan gejalan atau sudah terinfeksi penyakit ini.
Froktail Rainbowfish bersifat omnivora. Jenis makanan yang sesuai seperti pakan pellet atau granul kecil. Untuk meningkatkan kualitas ikan, maka perlu diberi makanan seperti brine shrimpe, daphnia dan larva serangga baik hidup, beku maupun kering. Variasi jenis makanan sangat diperlukan ikan untuk menjaga kesehatan ikan. 
TAKSONOMI
Kingdom
Animalia
Phylum
Chordata
Class
Order
Family
Genus
Pseudomugil
Species
Pseudomugil furcatus

 






Breeding froktail ranbowfish dapat dilakukan baik dalam pasangan maupun dalam kelompok, namun kelompok lebih dianjurkan. Ikan ini umumnya akan mencapai dewasa dan siap untuk dipijahkan pada usia 3-4 bulan. Tangki yang digunakan untuk memijah harus dilengkapi dengan java moss , substrat gelap dan arus air yang cukup untuk membuat ikan merasa nyaman untuk bertelur. Pemberian java moss bertujuan sebagai tempat ikan untuk meletakkan telur. Beberapa sumber menganjurkan untuk memberikan satu sendok teh garam tiap gallon air agar ikan cepat bertelur. Sebelum proses breeding, biasanya ikan jantan akan menunjukkan perilaku unik yaitu akan berenang dengan sirip dada, anal dan punggung dalam posisi tegak lurus. Kemudian ikan jantan akan menjadi sedikit agresif terhadap betina, namun jika jantan terlalu aggresif maka segera pisahkan dengan ikan betina karena kemungkinan tidak cocok dan akan menyakiti ikan betina jika tetap dikumpulkan. Proses bertelur akan berlangsung sepanjang hari dengan dengan jumlah yang tidak banyak yakni sekitar 5-10 butir tiap 24 jam. Untuk memperoleh hasil optimal maka pisahkan telur tiap pagi ke tangki lain. Telur bersifat lengket dan menempel di moss. Telur akan menetas setelah 10-15 hari dan jika ada telur yang berjamur harus segera dipisahkan. Anakan ikan yang telah menetas dapat dipisahkan ke tangki berukuran kecil dengan kondisi air yang sama dengan tangki induk. Sistem filtrasi yang terlalu besar kemungkinan akan membahayakan anakan ikan. Anakan ikan dapat diberi makan infusoria atau pakan cair pada minggu pertama sampai mereka cukup besar untuk menerima brine shrimpe naupli.

Read more...

Kamis, 09 Februari 2012

Arowana jardinii (Scleropages jardinii), Arowana Supersensitif dari Indoaustralia

 Arowana Jardinii (Scleropages jardinii) biasa juga dikenal dengan Australian arowana, Gulf Saratoga, Pearl arowana dan beberapa sebutan nama lainnya. Jenis arowana yang satu ini merupakan ikan arowana endemik yang ditemukan di Papua bagian selatan (Indonesia), Papua Nugini dan Australia bagian utara. Ikan dari family Osteoglossidae ini merupakan satu dari dua jenis ikan yang dikenal dengan Australian arowana (spesies lainnya adalah S. leichardti). Jardinii ditemukan pada habitat baik perairan berarus cepat ataupun perairan tenang seperti rawa ataupun sungai dengan beberapa vegetasi permukaan. IUCN Red List menganggap ikan ini tidak berada pada status bahaya ataupun terancam. Ukuran tubuh Arowana jardinii dapat mencapai sekitar 90 cm di alam bebas dengan rekor berat 17,2 Kg, namun di dalam aquarium biasanya akan mempunyai ukuran tubuh yang lebih kecil. Ikan ini mempunyai tubuh yang panjang (memanjang) dengan warna perak keabu-abuan cenderung gelap. Pada tubuhnya memiliki tujuh deret sisik yang besar dengan pada tiap deret sisik mempunyai pola warna yang cenderung kemerahan atau ke-pink-an yang berbentuk seperti bulan sabit pada bagian ujung tiap sisik. Kedua sirip dada berukuran cukup lebar sehingga menyerupai sayap. Sirip ikan berwarna kehijauan dan kuning, jika diamati secara rinca maka pada sirip terdapat pola dengan warna kemeran atau orange. Dengan bertambahnya usia, tubuh ikan akan mengembangkan warna orange. Secara fisik, arowana jardinii mirip dengan spesies Asian arowana (S. formosus), perbedaanya hanya terletak pada warna yang lebih pudar dan ukuran sisik yang lebih kecil. Arowana jardinii mempunyai dua barbel (sungut) pada bibir bagian bawah, khusus untuk pejantan barbel akan memanjang sampai diatas rahang atasnya.

Ikan yang terkadang dikenal dengan sebutan Arowana irian ini hidup pada kondisi range pH yang cukup lebar yakni 6-7,5 dan pada suhu 22-270C. Selain itu juga dianjurkan untuk merawatnya dalam air berkesadahan rendah. pH adalah faktor penting yang perlu diperhatikan, hal ini disebabkan jika pH melebihi 7,5 akan menyebabkan masalah buat mata ikan. Arowana jardinii merupakan ikan yang sangat sensitif terhadap kondisi air, terutama kandungan ammonia dan nitrat harus dijaga tetap nol. Sistem filtrasi harus efektif untuk menjaga air tetap bersih dan sekitar 15-25% air diganti tiap minggunya. Alasan lain untuk menjaga kondisi air prefect ialah karena ikan ini rawan terkena masalah pembusukan pada sirip. Ukuran tangki minimum yang dianjurkan untuk perawatan ialah 180cm x 60cm x 60cm dengan kapasitas air 680 liter. Ikan ini membutuhkan space renang yang cukup luas sehingga dekorasi tangki bukanlah suatu hal yang penting. Bagian atas tangki perlu untuk diberi penutup mengingat reputasi ikan yang dianggap sebagai pelompat handal.
Arowana jardinii mempunyai temperamen yang lebih buruk dibanding arowana silver dan sangat gampang terkejut (stress). Ikan ini juga lebih agresif sehingga sangat tidak dianjurkan untuk pemula. Beberapa sumber menyebutkan ikan ini bersifat teritorial sehingga tidak dianjurkan untuk menggabungkannya dengan jenis arowana lain dalam satu tangki. Namun bukan berarti tidak ada tankmate yang cocok, ikan-ikan seperti pleco, oscar, catfish, silver dollar, red belly pacu, knifefish, datnoid, cichlid merupakan contoh ikan yang dapat dijadikan tankmate. Hal yang penting untuk memilih tankmate adalah selisih ukuran tubuh ikan yang harus berimbang. Ikan yang jauh lebih agresif dan bersifat sangat teritorial tidak dianjurkan untuk tankmate ikan ini seperti arowana jenis lain dan jenis managuense. Jumlah ikan dalam satu ikan juga mempengaruhi kenyamanan ikan karena kekurangan area gerak, jika tangki cukup besar maka jumlah ikan 6-10 ekor dianggap cukup untuk tidak menimbulkan perkelahian. Namun untuk lebih menjaga kenyamanan ikan, lebih baik kalau ikan dirawat dalam individu.
Arowana jardinii merupakan ikan karnivora yang membutuhkan varietas makanan dengan nutrisi yang cukup. Jenis makanan sangat perlu diperhatikan, makanan yang terlalu banyak mengandung lemak akan menimbulkan resiko terjangkitnya penyakit pada ikan. Ikan hidup yang dijadikan makanan juga beresiko mengandung parasit. Oleh karena itu, faktor makanan merupakan hal penting yang harus diperhatikan dalam pemeliharaan. Alternatif yang lebih baik ialah memberi makanan yang bervariasi mulai dari cacing tanah, pakan beku atau kering seperti cacing darah, remis dan pellet ikan. Saat ukuran ikan dibawah 12 inchi, pemberian makanan dapat dilakukan beberapa kali perhari sedangkan saat ukuran ikan diatas 12 inchi, pemberian makanan hanyalah sekali perhari. Sisa makanan yang tidak dimakan haruslah segera disingkirkan untuk menjaga kualitas air.
Pembedaan jenis kelamin diketahui melalui bentuk tubuh dan lebar mulut. Arwana jantan mempunyai tubuh lebih langsing dan sempit, mulut lebih besar dan warna lebih mencolok daripada betina. Mulut yang melebar dengan rongga besar digunakan untuk tujuan inkubasi telur. Perbedaan lain adalah ukuran kepala jantan relatif lebih besar, sifat lebih agresif termasuk dalam perebutan makanan. Sedikit peternak ikan telah berhasil membudidayakannya. Teknik pemijahan (breeding) sangat sulit bila dilakukan dalam aquarium, dan kemungkinan berhasil bila dilakukan di kolam. Sama seperti spesies dari Asia, Arowana jardinii adalah spesies mouthbrooder namun perbedaannya induk betina tidak akan menjaga anakan ikan selama proses mengerami. Anakan ikan hanya sekali berada di mulut induk betina, mereka akan meninggalkannya untuk mencari makan. Jika bahaya mendekat, induk betina akan memberi signal untuk mereka kembali. Anakan ikan secara perlahan akan menjauh dari sang induk sampai mereka cukup besar intuk menjaga dirinya sendiri.
TAKSONOMI

Kingdom
Animalia
Phylum
Chordata
Class
Order
Family
genus
Scleropages
Species
Scleropages jardinii
Read more...

Data dan gambar diambil dari berbagai sumber. Silahkan koreksi atau tambahkan informasi yang berhubungan dengan blog ini.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...